Hidayatullah.com– Pada hari kedua pelaksanaan Silaturrahim Nasional (Silatnas), hadir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr. Mahfud MD dalam Diskusi Umum “Membangun Integritas Bangsa”. Di awal penyampaiannya, Mahfud menyebut Hidayatullah telah berhasil dalam gerakan dakwahnya.
“Hidayatullah saya kenal sejak jadi mahasiswa di Jakarta. Hidayatullah pada waktu itu muncul memberikan wawasan-wawasan baru, melengkapi yang sudah-sudah,” ujar Ketua Kesatuan Aksi Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini di Masjid ar-Riyadh, Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad (23/6/2013).
“Saya merasa Hidayatullah ini organisasi dakwah yang ber-amar ma’ruf nahi mungkar, yang saya kira berhasil memberi warna dalam kehidupan ‘politik’,” lanjutnya di depan 3 ribuan jamaah Hidayatullah.
Pada diskusi yang dimoderatori Ketua Dewan Syuro Hidayatullah Ustadz Hamim Thohari ini, Mahfud membawakan materi seputar politik.
Baginya, Hidayatullah bukanlah organisasi politik. Tapi dia menilai, tidak ada satu pun organisasi di Indonesia yang tidak memiliki gerakan politik.
“Gerakan politik itu beda dengan partai politik,” tambahnya.
Politik itu menjadi harus, katanya, karena negara ini sendiri adalah politik. Baginya, politik itu mempengaruhi kebijakan agar apa yang dibuat menguntungkan rakyat.
Mahfud mencontohkan, satu ormas Islam yang memprotes kebijakan naiknya harga bahan bakar minyak. Menurutnya, sikap protes itu juga bagian dari politik.
“Jadi berpolitik itu bisa dilakukan dengan gerakan politik umum, bisa dengan gerakan politik kenegaraan,” jelasnya.*