Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sekitar Lima Ribu Jemaat Ahmadiyah Tenjowaringin Masih Eksis

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 1 Juli 2013 06:27 6:27 am
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 1 Juli 2013 06:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meski jumlah pengikut Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), khususnya di Desa Tenjowaringin dan Desa Kutawaringin, Kecamatan Selawu, Kabupaten Tasikmalaya terus menurun, namun diperkirakan masih ada lima ribuan lagi eksis. Sebagian besar dari mereka menjadi pengikut JAI karena faktor keturunan, di mana mereka ikut keyakinan orangtuanya.
Demikian diungkapkan Ketua Ikatan Masyarakat Korban Aliran Sesat Ahmadiyah (IMKASA), Atang Rustaman kepada hidayatullah.com, Sabtu (29/o6/2013) usai mendampingi 15 JAI yang kembali bersyahadat.

“Tahun ini saja tidak kurang dari 450 orang JAI kembali bersyahadat,insya Allah akan terus bertambah,”sambung Atang yang pernah keluar dari JAI tiga tahun lalu ini.

Atang menambahkan sejak IMKASA didirikan tiga tahun lalu tercatat lebih dari 700 orang menyatakan keluar dari JAI dan kembali kepada ajaran Islam.

Menurutnya salah satu faktor berkurang aktvitas JAI adalah adanya Pergub Jabar No.12 tahun 2011 tentang larangan penyebaran ajaran Ahmadiyah. Banyaknya JAI yang keluar juga selain faktor hidayah dan kesadaran juga faktor ekonomi,dimana banyak iuran atau infaq yang harus dibayar JAI.

Atang mengaku setiap anggota JAI bisa mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah setiap tahunnya tergantung dari tingkat penghasilan.Bahkan menurut pengakuannya seorang anggota JAI yang telah meninggal dunia pun masih terkena kewajiban mengeluarkan iuran,dimana jika tidak harta yang ditinggalkan maka keluarga yang menanggung.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Duapuluh lima persen harta warisannya itu milik JAI yang harus diserahkan ahli warisnya. Hal itu terjadi karena sewaktu baiat telah disepakati,”jelasnya sambil menunjukkan sebuah kwitansi bukti iuran.

Dalam lembar kwitansi yang dikeluarkan JAI beberapa bulan tersebut pada lembar muka terdapat 45 kolom bentuk iuran.Sementara pada lembar belakang terdapat tulisan tentang ketentuan pembayaran candah yang memuat 9 jenis pengorbanan. Untuk besarnya pengorbanan tersebut telah ditentukan dengan varian antara 1/16 hingga 2,5% kali penghasilan perbulannya.

Sementera iuran bagi yang meninggal terdapat dalam jenis pengorbanan tahrik dan waqfi jadid wajib dengan perjanjian. Di mana dalam penjelasannya tertulis; “Besaran minimal tidak ditentukan.Wajib diawali dengan perjanjian. Dapat dicicil atau dilunasi sekaligus.Anak-anak agar diikutsertakan dalam kedua jenis pengorbanan ini.Tahrik Jadid sangat dianjurkan dibayar kan bagi almarhum/almarhumah untuk menghidupkan kembali nama-nama mereka yang telah wafat.”

Atang kembali menambahkan meski anggota JAI sudah banyak yang kembali kepada Islam namun pihaknya tetap mengajak kaum muslimin untuk terus melakukan dakwah kepada mereka.Juga yang terpenting,sambungnya,adalah pembinaan dan perhatian kepada mereka pasca keluar dari JAI.

“Pembinaan dan kepedulian dari kita semua sangat mereka butuhkan. Mereka akan diasingkan, dikucilkan hingga kehilangan mata pencaharian atau pekerjaan, sebab sebagian dari mereka ada yang bekerja pada orang JAI. Faktor ekonomi ini penting untuk kita kuatkan agar jangan sampai mereka kembali ke JAI lagi karena iming-iming materi,” himbaunya.

Untuk itu pihaknya mengajak kalangan umat Islam untuk juga peduli pada para korban Ahamadiyah,bukan sekedar mengeluarkan dari JAI namun juga perlu pembinaan yang berkesinambungan.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 15 Anggota Jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya Kembali Bersyahadat
Tulisan selanjutnya Siapkan Diri dan Sambut Ramadhan dengan Cinta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?