Hidayatullah.com—Akhirnya bentrok dua kelompok di Paciran Lamongan yang banyak diklaim sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI) mulai sedikit terkuak. Temuan banyak pihak keduanya adalah kelompok silat yang telah lama berseteru.
Temuan ini setidaknya disampaikan Aliansi Solidaritas untuk Muslim (Asoum) Jawa Timur, yang baru saja menurunkan tim pencari fakta.
Juru Bicara Asoum Zulkarnaen menyampaikan, ada sejumlah perbedaan yang ditemukan pihaknya dengan yang disampaikan oleh polisi. Salah satunya adalah “penyerbuan” ke rumah Mukhlis di Dusun Dengok, Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran.
Saat itu, ujar Zulkarnaen, pihak yang disebut-sebut anggota FPI tidak bertujuan menyerang untuk melakukan balas dendam ke warga. Dia berdalih kalau pihaknya melakukan sweeping ke rumah Mukhlis untuk mencari narkoba.
“Perlu diketahui dia (Mukhlis, Red) adalah residivis. Kabarnya dia juga menyimpan banyak obat-obatan berbahaya,” kata Zulkarnaen.
Istilah residivis ini juga diakui Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono. Awi membenarkan kalau Mukhlis adalah residivis kasus narkoba. Namun dia meragukan dugaan kalau Mukhlis dianggap sebagai bandar yang menyimpan kristal haram tersebut.
“Tidak semudah itu (memberikan tuduhan, Red). Harus dibuktikan. Dan ini adalah tugas polisi,” tukas Awi dikutip Harian Jawa Pos, Rabu (14/08/2013).
Sudah 3 tahun dibekukan
Sementara itu, DPD FPI Jawa Timur secara resmi telah mengeluarkan pernyataan yang menolak salah satu kelompok yang ikut bentrok adalah anggotanya.
Menurut temuan FPI Jawa Timur bentrok bermula ketika takbir keliling malam Hari Raya. Di mana ada kelompok berbaju hitam seragam silat. Di saat itu ada kelompok lain merasa tesinggung. Maka, pada pagi jam 3 dini hari seorang bercadar membacok 3 orang yang sedang bermain play stasion. Dari sini kasus berlanjut saling ancam hingga terjadi perkelahian.
“Ini adalah persoalan klasik antara dua kelompok silat. Bukan dari anggota FPI, karena FPI Lamongan sudah 3 tahun dibekukan dan membubarkan diri, “ demikian disampaikan Sasmito, Ketua Lasykar Pembela Islam FPI Jatim kepada hidayatullah.com.
Kepada hidayatullah.com, Sasmito mengaku telah mengirim penjelasan dan press release ke berbagai media massa bahwa FPI Lamongan tidak ada dan sudah dibekukan. Tapi mengapa yang dimunculkan beritanya selalu FPI.
“Saya sudah mengirim penjelasan dan rilis ke berbagai media, tapi ya begitulah kenyataannya, ” ujarnya.
Sementara itu, hinga saat ini, Polda Jatim telah memeriksa 42 orang dari pihak yang diberitakan sebagai anggota FPI.*