Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Lebaran Topat, Lebaran Puasa Syawal di Lombok

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2013 12:52 12:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2013 12:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pulau Lombok dijuluki sebagai pulau seribu masjid. Di Pulau ini, bisa ditemukan masjid di setiap dusun bahkan setiap RT atau gubug (Kampung). Bahkan masjid bisa berjumlah 2 (dua) masjid untuk 1 (satu) wilayah mukim, sehingga untuk shalat Jum’at biasanya digilir penggunaan masjidnya.

Madrasah hampir berada di setiap desa, baik yang menyediakan asrama pemondokan atau hanya sekedar untuk sekolah.

Tradisi keislaman sangat kental di pulau yang terkenal juga dengan wisata pantainya ini. Salah satunya adalah lebaran topat (ketupat).

Dinamakan Lebaran topat karena tidak lain perayaan tersebut melibatkan makanan ketupat. Lebaran topat ini sebenarnya tradisi Suku Sasak yang dilakukan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Setelah Lebaran orang-orang Sasak biasanya melakukan puasa sunah selama 6 hari di bulan Syawal. Tetapi saat ini jarang yang melakukan puasa sunah, tetapi hanya Lebaran topat saja yang masih lestari.

Tradisi Lebaran topat dilakukan secara serentak dengan cara melakukan pesiar atau mengunjungi tempat-tempat wisata di Lombok beramai-ramai dengan membawa bekal makanan dari ketupat.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Lebaran topat diadakan persis 6 hari setelah ‘idul fitri. Menurut salah seorang tokoh Sasak Lalu Agus Fathurrahman, lebaran topat dulunya hanyalah lebaran bagi yang menjalankan ibadah puasa Syawal 6 hari, setelah itu baru diadakan lebaran topat.

“Tapi kini maknanya sudah bergeser, malah lebih cenderung dijadikan hari rekreasi, lihat saja Senggi, Batu Layar, dan tempat sante (rekreasi) penuh,” tambahnya.

Di hari lebaran topat, khususnya di wilayah Lombok bagian tengah dan barat diadakan roah (tahlilan) di pagi harinya yang semua menu makanannya dari ketupat dengan sayur yang bervariasi, mulai dari olah-olah, pelalah, urap-urap, pelecing, pecel, sampai pelecing ayam kampung.

Ibnu Anhar, seorang dai di NTB juga mengatakan, tradisi seperti ini sudah turun temurun, roah menjadi kebiasaan orang Islam di Lombok.

“Beli motor baru mesti diroahkan, punya rumah baru, anak mau pergi sekolah ke tempat yang jauh, apalagi di hari-hari peringatan maulid Nabi, isra’, nuzulul qur’an,” ujarnya.

Bahkan masih banyak yang mengganggap roah di peringatan hari Islam itu seperti kewajiban sehingga mereka kadang mencari hutangan.

Menurut Ibnu Anhar, dakwah bil hikmah mesti dilakukan agar mereka membedakan mana syariat mana kebiasaan,” jelasnya.

Lebaran topat di Lombok dilaksanakan pada Kamis (15/08/2013). Bisa diperkirakan akan terjadi macet di jalan-jalan yang menuju ke arah tempat-tempat rekreasi dan makam-makam yang dianggap keramat.

Berisi Ajaran Islam

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. TGH M. Zainul Majdi, MA,  menyatakan bahwa kegiatan di lebaran topat berisi silaturrahim ke keluarga. Soal adanya berbagi makanan, saling memaafkan semuanya itu dinilai ajaran Islam.

“Lebaran topat sesungguhnya satu bentuk tasyakkur umat Islam di Lombok atas selesainya rangkaian shaum , Ramadhan sebulan penuh dilanjutkan enam hari di bulan Syawal. Bertasyakkur atas nikmat selesainya rangkaian shaum tentu sangat baik, sepanjang tidak berlebihan, apalagi dengan melanggar ajaran akhlak Islam. Berbagi makanan, bersilaturahim, bermaaf-maafan, yang semuanya terangkum dalam acara lebaran topat adalah bagian dari ajaran Islam,” jelas alumni Al Azhar Mesir ini.*/Zulkipli, Lombok

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LebaranLombokroahtopattradisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Toko dan Resto di Turki Tak Boleh Pajang Logo Miras
Tulisan selanjutnya Polda Jatim Akui Mukhlis Resedivis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Berita
8 Juni 2026 17:58
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?