Hidayatullah.com– Pengawalan ketat kepolisian dalam aksi damai Tolak Miss World FUI di depan Gedung MNC Tower diharapkan tidak mengganggu umat Islam. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Habib Rizieq Shihab meminta polisi tidak bertingkah sembrono.
“Satu peluru melukai umat Islam, kita akan melawan. Satu peluru melukai umat Islam, kita akan bakar gedung MNC ini,” tegas Habib Rizieq dalam orasinya di depan ribuan massa dari atas mobil komando, di Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (6/9/2013).
Sesaat sebelumnya, demonstran sempat dikejutkan dengan adanya sepasukan polisi yang memata-matai aksi dari atas jalan layang rel kereta api. Tepat di atas kerumunan masa. Sempat terjadi sedikit “keributan” akibat sikap polisi yang dinilai berlebihan tersebut.
Wakil Amir Majelis Mujahidin (MM), Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman pun meminta umat Islam yang hadir tidak gentar. Bagi Ustadz Jibril, unjuk rasa menolak Miss World merupakan bentuk “perang” di jalan Allah.
“(Polisi. Red) jangan menakuti para Mujahidin (massa), mereka datang untuk mati syahid. Jangan coba meletuskan peluru. Satu peluru meletus, seluruh bangunan (MNC) ini akan terbakar,” serunya di depan massa yang dihadiri banyak anggota MM.
Ketua Pengkaderan FUI, Bernard Abdul Jabbar yang juga salah seorang orator menuding, pihak kepolisian dibayar oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo dalam pengamanan tersebut.
“Kalau (aksi) kemarin (3/9/2013) belum ada (kendaraan) water canon, sekarang sudah ada water canon. Betapa dengan uang Hary Tanoe bisa membeli apa saja. Tapi tidak bisa membeli umat Islam,” ujarnya disambut pekikan takbir massa FUI dalam aksi yang disusupi intel-intel kepolisian ini.*