Hidayatullah.com–Aksi kedua ribuan massa Forum Umat Islam (FUI) menolak Miss World dikawal lebih ketat dibanding aksi sebelumnya. Ratusan pasukan kepolisian ditambah setidaknya dua kendaraan water canon tampak berjaga di halaman Gedung MNC Tower.
Massa mulai merangsek ke depan MNC Tower sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi yang dimulai dari Bundaran HI ini pun tetap berlangsung tertib. Sekitar pukul 15.52 WIB terjadi sedikit “keributan”. Rupanya massa memergoki sepasukan sniper (penembak jitu) sedang berjaga di atas jalan layang rel kereta api kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2013).
“Ada sepuluh polisi lebih,” ujar salah seorang peserta aksi usai memergoki para sniper dari jarak kurang dari 20 meter.
Massa mengetahui keberadaan para sniper setelah seorang orator mengungkapkannya melalui pengeras suara.
“Polisi pengecut,” gerutu massa sambil menoleh ke atas.
Posisi sniper itu tersembunyi di balik pepohonan rindang yang banyak berdiri di parkiran luar MNC Tower. Mereka lalu menghilang dari pandangan massa. Situasi pun kembali terkendali.
Beberapa saat setelah itu, kegaduhan lain terjadi. Tampak massa pada berlarian ke arah selatan, menjauhi komando aksi. Seperti ada pelemparan. Sebelum hidayatullah.com memastikan keadaan, tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab langsung mengambil komando orasi.
“Awas provokator. Kapolres Jakarta Pusat agar mengamankan anak buahnya,” seru habib dari atas mobil komando yang merangsek hingga depan pagar MNC Tower.
Di balik pagar bagian dalam, sepasukan polisi memasang pagar betis.
Aksi berlangsung damai hingga berhenti sekitar pukul 16.40 WIB dalam catatan media ini.*