Hidayatullah.com–Aktifis muda Muhammadiyah Mustofa B Nahrawardaya mengusulkan kepada Menteri Agama (Menag) agar menggelar sidang darurat yang menyerupai Sidang Isbat untuk menanggapi rencana penyelenggaraan ajang kompetisi Miss World 2013 di Indonesia,
“Demi melindungi umat Islam dari apa yang disebut Gempuran Budaya Bugil bernama Miss World 2013, ada baiknya Menteri Agama menggelar sidang darurat mirip sidang isbat secepatnya,” kata Mustofa diberitakan Antara, Sabtu (07/09/2013).
Jika Menag menginisiasi sidang `isbat` itu, maka seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam akan hadir untuk memberikan dukungan agar diketahui keinginan Ormas Islam terkait perhelatan Miss World 2013.
“Sidang isbat ini harus segera digelar karena empat alasan, yaitu waktu penyelenggaraannya sudah dekat, hampir semua Ormas Islam sudah bersuara, ajang ini berpotensi menimbulkan perang saudara dan penyelenggara cenderung tak menghargai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI,” ujar Mustofa.
“Menag tak harus memaksakan pendapatnya tentang Miss World apabila nantinya hasil sidang `isbat` ini memutuskan untuk melanjutkan perhelatan Miss World,” kata calon legislatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Dapil Jateng V itu.
“Bagaimanapun, upaya penyuapan atau upaya pembungkaman bisa dilakukan oleh kedua belah pihak, baik pihak yang menginginkan Miss World tetap digelar, maupun pihak yang ingin perhelatan tersebut dihentikan,” katanya.
Dilokalisis di Bali
Sementara itu, menanggapi protes berbagai kalangan membuat pemerintah mengambil sikap dalam gelaran Miss World 2013. Pemerintah memutuskan untuk tidak menjadikan Jakarta sebagai tempat puncak acara pada 28 September nanti.
“Acara ini diselanggarakan di Pulau Bali 8-28 September. Jadi tidak ada acara yang diadakan di luar Pulau Bali,” tutur Menko Kesra Agung Laksono dalam jumpa pers di rumah dinas Wapres Boediono, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (07/09/2013) dikutip detiknews.com.
Pemerintah menggelar rapat di rumah dinas Wapres Boediono untuk membahas gelaran Miss World yang baru pertama kali diadakan di Indonesia itu. Dalam jumpa pers, Agung didampingi oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Wamen Parekraf Sapta Nirwandar.
Kepolisian akan merevisi izin keramaian Miss World yang hanya akan berlaku di Bali. Agung Laksono meminta semua pihak bisa menerima keputusan ini.*