Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kampanye Produk Lokal, Nur Mahmudi Enggan Makan Pisang Impor

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2013 18:08 6:08 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 Oktober 2013 18:08
Bagikan
Nurmahmudi saat diskusi dengan jajaran PT LJA
Bagikan

Hidayatullah.com– Kampanye mencintai produk dalam negeri terus digencarkan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Baik melalui wacana maupun kehidupan sehari-hari.

Dalam sebuah acara silaturahim dan diskusi dengan segenap jajaran PT Lentera Jaya Abadi (LJA) di Jakarta Timur, Senin (28/10/2013), Nur Mahmudi menolak hidangan yang disediakan office boy. Di antaranya pisang, jeruk, roti dan air mineral.

Di awal acara diskusi itu, Nur Mahmudi sempat memeriksa isi kotak makanan ringan yang disediakan. Hingga usai acara, tiada yang dijamahnya.

“Maaf ya, saya tidak makan rotinya,” ujar penggagas program One Day No Rice (Sehari Tanpa Nasi) ini kepada tuan rumah.

Nur Mahmudi menganggap, roti yang dihidangkan terbuat dari tepung terigu yang diimpor. Begitu pula dengan hidangan lainnya, dinilai barang-barang asal luar negeri. 

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Salah seorang asistennya pun meminta tuan rumah untuk mencarikan ubi rebus. Begitu hendak dicarikan ubi rebus yang biasa dijual pedagang gerobak, rupanya hujan keburu turun begitu derasnya sore itu.

“Minta air putih (biasa) aja,” pesan sang asisten.

Nur Mahmudi pun tetap semangat menjalani acara yang berlangsung sejak usai Ashar hingga azan Mahgrib itu. Meski hanya “ditemani” segelas air putih.

Barang Impor Persulit Bangsa

Dalam penyampaiannya pada diskusi itu, dia berpesan, sikap mencintai produk lokal harus terus ditumbuhkan segenap komponen bangsa. Apalagi saat itu bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Baginya, Indonesia semakin terpuruk dengan maraknya imporisasi barang-barang asing. Akibatnya, masyarakat bangsa ini menjadi konsumtif terhadap produk impor.

“Ini adalah sebuah kekalahan bangsa yang sangat dahsyat. Yang agak sulit untuk membawa kita akan menjadi lebih maju dalam perspektif keseluruhan. Ini sudah ngomongnya bukan agama dan non agama,” terang pria murah senyum ini.

Meski demikian, Nur Mahmudi tidak memungkiri jika dirinya belum terlepas sepenuhnya dari produk-produk impor. Pasalnya, masih banyak produk asing di Indonesia yang dibutuhkan namun belum ada gantinya oleh produk dalam negeri.

“HP (handphone. Red) impor, karena belum ada subsidernya. Kalau ada subsider, ane (saya. Red) langsung ganti (HP),” dalih mantan Presiden Partai Keadilan ini.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:barang imporkonsumtifNur Mahmudi IsmailWalikota Depok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi akan Tangkap Pendatang Ilegal yang Mengemis
Tulisan selanjutnya Perth Bakal Terapkan UU Anti Geng Motor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?