Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ratna Sarumpaet: Soal Penyadapan Pemerintah Jangan Bersikap Munafik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 November 2013 06:20 6:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2013 06:20
Bagikan
Ratna Sarumpaet
Bagikan

Hidayatullah.com – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet menyayangkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyomo (SBY) yang dinilaianya tidak berani mengambil langkah yang lebih tegas atas dugaan penyadapan Australia terhadap pejabat teras Indonesia.

“Buat aku itu munafik, jadi mendingan diam,” kata aktivis politik yang juga pendiri Ratna Sarumpaet Crisis Centre inikepada hidayatullah.com, Selasa (19/11/2013).

Ditanya pendapatnya tentang SBY yang hanya melontarkan kecaman melalui twitter, Ratna menilai karena SBY tahu diri dan tidak punya “hak”. Hak itu bukan dalam kapasitias dia sebagai presiden. Tetapi hak dia sebagai presiden yang dinilai sudah menggadaikan Indonesia.

“Apa yang bisa dia lakukan,” ujarnya bertanya.

Dari temuan yang ada itu, Ratna menegaskan, bahwa bangsa Indonesia saat ini masih dijajah. Bangsa ini sudah tidak punya kemandirian, tidak punya kedaulatan, jadi secara politik kita ini tidak punya bergaining position, jelas dia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Daripada hanya meminta penjelasan, seharusnya SBY diam saja. Atau dia dengan tegas mengatakan go to hell. Putuskan semua hubungan ekonomi, hubungan politik, hubungan apapun. Itu seharusnya yang dilakukan jika kita menghargai bangsa kita, menjaga rakyat kita. Tapi lo gak mungkin lagi mengatakan ketika lo sudah jual badan,” terangnya.

Soal penyadapan itu, Ratna berseloroh jangan-jangan asing juga sudah tahu celana dalam kita warnanya apa. Jadi pemerintah kita sekarang ini bersandiwara saja, sebutnya.

“Mereka tahu mereka tidak punya kredibilitas dan memang sudah tidak punya kedaulatan. Ngapaian komentar di twitter, mendingan perbaiki itu kelakuan,” ujarnya.

Sebelum ini, presiden SBY menyerang pernyataan publik Tony Abbott soal skandal penyadapan melalui serangkaian tweet bernada marah.

“Saya juga menyayangkan pernyataan PM Australia yang menganggap remeh penyadapan terhadap Indonesia, tanpa rasa bersalah,” tulis SBY melalui akunnya, @SBYudhoyono.

Sementara itu, hari Selasa (19/11/2012) pemerintahan Australia melalui Perdana Menteri Tony Abbott menolak meminta maaf atas tindakan penyadapan yang dilakukan Australia terhadap pejabat Indonesia.

Pernyataan Tony Abbott disampaikan dalam sidang di Parlemen Australia Selasa siang. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaAustraliaindonesiaintelijenpenyadapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Australia Tolak Minta Maaf atas Penyadapan pada Indonesia
Tulisan selanjutnya Seperempat Keluarga Turki Anggap Memukul Anak itu Normal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Berita
31 Agustus 2026 21:38
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?