Hidayatullah.com–Pemerintah Indonesia terus mendukung pengungsi dan proses perdamaian di Palestina. Indonesia telah membentuk New Asia Africa Strategic Partnership (NAASP) dan South East Asia Parliamentarians Againts Corruption (SEAPAC) untuk mempersiapkan Palestina sebagai negara.
Arko Hananto Budiadi, Direktur Organisasi Internasional Sosial Budaya dan Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri, mengatakan, dua organisasi tersebut bertujuan memujudkan keinginan Palestina menjadi negara dengan bantuan dari negara-negara seperti Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan lainnya.
“Ini semua di bawah konteks NAASP dan SEAPAC. Kita menyiapkan kapasitas Palestina apabila menjadi suatu negara, dalam bentuk institusi, layanan berbagai bidang, dan sumber daya alam. Sekali mereka jadi suatu negara, tidak ada lowong kapasitas mereka. Mereka bisa langsung berfungsi sebagai suatu negara,” ujar Arko, saat peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Menurut Arko, permasalahan di Palestina saat ini adalah belum tercapainya perdamaian dengan Zionis Israel. Studi-studi perdamaian sudah banyak dilakukan, tapi belum kunjung menjadi penyelesaian atas pertikaian Palestina-Zionis Israel.
“Belum melakukan negosiasi sungguh-sungguh,” kata Arko.
Indonesia, lanjut Arko, menawarkan semua bantuan dan terlibat aktif dalam proses perdamaian. Juga tindakan kemanusiaan di Palestikan.
Selain itu, kata Arko, penting adanya dukungan dari organisasi kemasyarakatan sipil seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
“Tidak hanya pemerintahan, tapi masyarakatnya. Dan kegiatan seperti ini penting karena tidak hanya melibatkan pemerintah tapi juga elemen-elemen lain di luar pemerintah,” kata Arko, dalam pemberitaan Tribunnews.*