Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Nur Mahmudi Sebut Musik Menjauhkan dari Tuhan

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 28 Januari 2014 07:47 7:47 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 28 Januari 2014 07:47
Bagikan
Nur Mahmudi Ismail
Bagikan

Hidayatullah.com- Tokoh senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nur Mahmudi Ismail menilai, musik bisa menjauhkan umat Islam dari mengingat Tuhannya.

“Yang disebut dengan lagu, atau nyanyian, atau musik yang populer, itu pada umumnya adalah menjauhkan kita dari Allah,” ujar mantan Presiden Partai Keadilan (PK) di Cilodong, Depok, Jawa Barat pada acara Super Life Revolution (SLR) Training yang diikuti puluhan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodebek baru-baru ini.

Nur Mahmudi mengatakan, musik dilarang agama jika menjadikan orang yang melantunkan atau mendengarnya lupa kepada Allah. Begitu pula terhadap karya-karya seni lainnya.

“Semua produk (seni, red) yang kemudian membuat kita lupa, kemudian juga nggak makin taat, kemudian menjauh tidak makin taqarrub, bahkan apalagi sampai menolak eksistensi Allah, itu apapun bentuknya dilarang,” tegasnya.

Menurutnya, bidang musik saat ini didominasi oleh orang-orang yang menjerumuskan umat Islam dari agamanya, melalui subtansi dan “ajaran” dalam musik tersebut. Belum lagi isi lagu dan ekspresi penyanyinya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kemudian di situ diekspresikan, sehingga jingkrak-jingkrak yang nggak tahu isinya apa. Tapi yang penting jingkrak-jingkrak. Yah, musik saat ini begitu,” imbuh Wali Kota Depok ini.

Nur Mahmudi pun bercerita, suatu saat dia pernah diundang menghadiri sebuah acara kontes “idol-idolan”. Pada acara tersebut, digelar penampilan musik dengan tema “ratapan terhadap siksa kubur”. Yang membuatnya tak habis pikir, di belakang penyanyinya ada penari latar yang berjoget-joget tak karuan.

“Tuh kan nggak benar itu. Jadi semua musik sekarang ini itu tadi, ada penari latar yang tidak sejalan dengan subtansi yang ada,” keluhnya.

Namun begitu, Nur Mahmudi berpendapat, secara hukum Islam tidak melarang seni termasuk musik, asal sejalan dengan ajaran agama.

“Kalau musik atau seni, itu yang diharapkan adalah diasah untuk menuju ke arah itu. (Membuat) makin orang yakin dan mengenal Allah, makin orang beriman dan bertaqarrub kepada Allah, makin orang itu bercita-cita ingin taat kepada Allah,” jelasnya.

Populerkan Nasyid

Pembahasan musik disampaikan Nur Mahmudi saat menjadi pemateri pada acara Super Life Revolution (SLR) Training. Ketika salah seorang mahasiswa menjawab ingin menjadi musisi, Nur Mahmudi mengatakan padanya agar menjadi musisi yang bisa mendekatkan umat pada Tuhannya. Dalam hal ini, para musisi Islam diharapkan bisa mempopulerkan nasyid.

Sebelumnya di awal training tersebut, tim nasyid 5incere Five tampil membawakan satu tembang lagu di hadapan Nur Mahmudi dan para peserta LSR Training. Salah satu lirik nasyid yang dibawakan tentang “rindu melihat wajah Rasulullah”.

“Kalau tadi nasyidnya itu ‘rindu melihat wajahmu’ gitu ya. Ya, kayak apa itu keindahan dari wajah seorang Nabi? Kira-kira itu nasyid apa ekspresi diri? Kami berharap, itu menjadi ekspresi diri, jangan hanya nasyid. Agar apa, betul-betul kalau kita itu merindukan kehadiran wajah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” ujar mantan Menteri Kehutanan RI ini menimpali.

Dia berharap, nasyid dapat digandrungi para remaja sekarang daripada musik-musik yang menjerumuskan. Bagaimana agar nasyid populer, itulah tantangannya.

Sementara itu, PKS sendiri, seperti diketahui, menjelang Pemilu 2014 memilih iklan bernuansa musik dangdut dengan alasan lebih fokus pada pemilih muda.

“Memang sekarang ini mereka tidak terlalu tertarik pada Pemilu karena mereka rasakan tidak punya kepentingan ditambah wajah parpol yang tidak terlalu menarik,” dalih Ketua DPP PKS Jazuli Juwaini, seperti dikutip laman detik.com, Senin (27/01/2014).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PKS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IMS Resmikan Klinik Kesehatan Dhufa di Bojong Kulur
Tulisan selanjutnya Dinilai Sukses Gulingkan Mursy, Militer Restui al-Sisi jadi Presiden

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?