Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif melakukan kunjungan resminya ke Indonesia sejak hari Kamis-Jumat (06-07 Maret 2014) atas undangan Menteri luar Negeri RI Marty Natalegawa.
Dalam kunjungannya, ia akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri RI, dan juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI.
Kedua Menlu tersebut akan membahas upaya-upaya peningkatan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan di bidang politik dan keamanan termasuk penanggulangan kejahatan transnasional terorganisir, perdagangan dan investasi, iptek, kebudayaan, pendidikan, kepemudaan dan olah raga.
Ia juga menyinggung negaranya tak akan menutup program nuklir.
“Kami (Iran) tidak akan menutup program nuklir kami, titik. Tidak akan ada perlucutan program dan saya tidak percaya jika hal itu berguna karena Iran punya teknologinya, Iran punya ilmuwannya, Iran mampu,” kata Zahir.
“Saya percaya tidak sulit untuk menghapus keraguan (tentang program nuklir Iran) jika ada rasa percaya dan jika orang memang ingin diyakinkan, tapi jika tidak maka tidak akan ada gunanya,” tambahnya.
Menurutnya, Indonesia dan Iran telah menjalin hubungan sejarah, budaya, dan agama yang sangat panjang dan saling terkait selama lebih dari seribu tahun. Ia menyebut, antara RI dan Iran telah memiliki lebih dari 50 perjanjian kerja sama di segala bidang.
Dalam kunjungannya, Javad Zarif sempat mengajak mengatasi radikalisme dalam kasus yang menimpa Syiah, namun tak menyinggung radikalisme yang diakibatkan dari pernyataan dan amalan kaum Syiah yang berdampak menyinggung perasaan mayoritas kaum Muslim di Indonesia.*