Hidayatullah.com–Generasi muda Indonesia tak bisa lagi bersikap jago kandang. Sudah saatnya untuk menguji kompetensi dan prestasi di arena global. Tantangan itu mencuat dalam acara “Leadership Talk” yang dilaksanakan Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Regional 4 Surabaya di kampus Universitas Airlangga (Unair).
Menurut Wawan Ismanto, Manajer Regional PPSDMS mengatakan sebenarnya ada sekitar 1.500 pendaftar namun terbatas tempat.
“Sebenarnya ada 1.500 pendaftar, tapi kapasitas gedung sangat terbatas. Kami menyambut hangat antusiasme kawula muda dari berbagai daerah,” ujar Wawan.
Mengangkat tema “Menjual Indonesia: Inspirasi Anak Bangsa untuk Dunia”, acara yang diselenggarakan dengan kerjasama UKM Kerohanian Islam Unair itu menampilkan pembicara muda; Gamal Albinsaid (sarjana kedokteran asal Malang yang mendapat penghargaan dari Kerajaan Inggris), Dr. Purba Purnama (alumni tercepat di University Science of Technology, Korea Selatan), dan Dr. Purnawan Basundoro (akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya Unair).
“Indonesia adalah negeri yang kaya raya. Namun kekayaan tersebut seringkali diidentikkan dengan sumber daya alam yang melimpah saja. Padahal, Indonesia juga memiliki banyak sumber daya manusia strategis yang berprestasi di tingkat dunia,” ungkap Gamal yang meraih penghargaan berkat gagasannya tentang asuransi sampah untuk pelayanan kesehatan di kalangan pemulung.
Inisiatif Gamal tentang asuransi sampah pernah mendapat pujian dari Pangeran Charles karena memadukan upaya peningkatan kesehatan dengan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Purnawan Basundoro yang telah menulis buku tentang perkembangan kota-kota di Indonesia mengatakan, generasi muda harus berkontribusi demi kemajuan bangsa.
“Kita harus memikirkan masa depan bangsa Indonesia di tengah perkembangan dunia. Jangan sampai Indonesia mengalami penjajahan baru akibat ketertinggalan budaya dan teknologi,” jelas Purnawan.
Dialog kepemimpinan yang dimoderatori aktivis Unair, Mukhlis Ndoyo Said, berkesimpulan generasi muda siap melanjutkan perjuangan para pendiri dan pembangun bangsa, namun perlu pengalaman dan kearifan.
Sebagaimana diketahui, PPSDMS menggelar rangkaian “Leadership Talks” di lima kota, yakni: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bogor dengan narasumber beragam.*/Wawan Ismanto