Hidayatullah.com- Gelaran Islamic Book Fair ke-13 (13th IBF) 1435/2014 telah ditutup secara resmi oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar di Istora Senayan, Jakarta, Ahad (9/3/2014).
“Dengan sama-sama membaca ‘Alhamdulillahirobbil’alamin’, maka seluruh rangkaian acara kita pada pameran buku atau Islamic Book Fair tahun 2014 ini kita nyatakan telah ditutup,” ujar Nasaruddin di depan ribuan pengunjung IBF sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelum sambutan wamenag, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir didaulat memanjatkan doa.
Bachtiar Nasir, dalam doanya berharap, dengan IBF umat Islam mendapatkan tambahan hikmah, ilmu, dan amal yang bermanfaat.
“Ya Allah! Jadikanlah IBF tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, sebuah ajang yang mendapatkan keridhoan, keberkahan dari-Mu. Sehingga umat mendapatkan bimbingan rahmat dan pengetahuan-Mu,” pinta Pendiri AQL ini melalui doanya.
Prestasi Indonesia
Dalam sambutannya, Nasaruddin yang juga penasihat IBF menilai, pameran buku Islam tersebut merupakan prestasi tersendiri bagi rakyat Indonesia.
Sebab, katanya, negara-negara Muslim lainnya seperti Malaysia, mengaku belum tentu bisa melaksanakan gelaran serupa.
Nasaruddin berharap, prestasi IBF dipertahankan dan terus ditingkatkan lagi ke depannya.
“Dan semoga Allah Subhanahu Wata’ala meridhoi kita. Dan semoga doa yang dipanjatkan Ustadz Bachtiar Nasir tadi dimakbulkan oleh Allah,” harapnya.
Pantauan hidayatullah.com di Istora, acara penutupan ini berlangsung sederhana. Hanya diramaikan dengan penampilan sejumlah tim nasyid dan Brand Ambassador IBF 2014 Peggy Melati Sukma.
Dirangkai pula dengan pengumuman juara lomba menulis Islami nasional dan stan-stan terbaik.
Hadir dalam acara ini sejumlah tokoh nasional lainnya, seperti Tokoh Perbukuan IBF 2013 Syafi’i Antonio.*