Hidayatullah.com—Putusan vonis mati terhadap 529 lebih anggota Al Ikhwan al Muslimun tanpa didampingi penasehat hokum dan tanpa saksi jelas sebuah kezaliman dan ketidakadilan.
Demikian salah satu pernyataan aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Surabaya yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surabaya Raya.
Dalam aksinya, FSLDK mengecam pengadilan rezim militer Mesir secara sepihak pada anggota Ikhwanul Muslimin tanpa dihadiri saksi, pelaku (in absentia) dan tanpa bantuan pengacara, bahkan berlangsung hanya 45 menit dengan penjagaan ketat jelas sebuah kezaliman.
“FSLDK mengecam dan mengutuk vonis mati 529 muslim Mesir yang cacat hukum dan mencerminkan pemerintahan Mesir yang represif dan tidak adil,” ujarnya dalam aksi yang dilaksanakan pada hari Jumat (28/03/2014) di depan Gedung Grahadi Surabaya kemarin.
Karenanya, FSLD mendesak Presiden Susilo B Yudhoyono (SBY) dan Menlu RI Marty Natalegawa untuk memberikan pernyataan sikap dan mendesak pembatalan vonis mati 529 warga Muslim Mesir tersebut.
FSLD juga mendesak masyarakat internasional atas lembaga HAM menghentikan proses eksekusi 529 muslim Mesir yang dinilai cacat secara hukum.
Aksi ini dilengkapi dengan berbagai orasi yang disampaikan oleh perwakilan JMMI ITS, JANUR UNAIR, dan LDK lainnya.
Kejahatan Kemanusiaan
Hal senada juga direspon Lembaga Dakwah Kemuliaan Islam (LDKI) Cibinong-Jawa Barat (Jabar) yang mengatakan vonis hukuman mati terhadap anggota Ikhwanul Muslinin tersebut sebagai bentuk kejahatan tingkat tinggi terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh junta militer Mesir tanpa alasan yang hak.
Lebih jauh LDKI mengutuk keras vonis hukuman mati yang telah ditetapkan secara zhalim dan penuh rekayasa.
“Meminta pemerintah Indonesia untuk memelopori negara-negara Islam (OKI) menekan junta militer Mesir supaya membebaskan para tahanan politik yang tidak mengakui eksistensi pemerintahan kudeta militer,” ujar Yudi Ratman, SH, Ketua Lembaga Dakwah Kemuliaan Islam (LDKI) dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Jumat (28/03/2014).
Lebih jauh LDKI juga menghimbau seluruh tokoh, pemimpin, Ormas dan semua lapisan umat Islam Indonesia memberikan perhatian terhadap krisis kemanusiaan yang sedang menimpa saudara-saudara Muslim di Mesir khususnya, di Iraq, Suriah dan Afghanistan.
“Kami menyeru kepada para ulama dan tokoh-tokoh Ormas Islam untuk mengajak jamaah dan segenap kaum Muslimin agar berdo’a bagi keselamatan dan kebaikan saudara-saudara kaum muslimin di Mesir khususnya dan di negeri-negeri Muslim lainnya.” tulisnya.*