Hidayatullah.com–Kedewasaan berpolitik umat Islam akan diuji pada Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang. Menjatuhkan pilihan pada partai politik (Parpol) Islam atau bukan, tergantung dari seberapa jauh pemahaman masyarakat terhadap peta politik saat ini.
Demikian salah satu tema “Tabligh Akbar Politik Islam (TAPI)”, di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta belum lama ini.
KH. Cholil Ridwan, pembina Pengajian Politik Islam (PPI), menyadari masyarakat memiliki hak prerogatif terhadap keputusan politiknya. Namun setidaknya, umat Islam diharapkan mendukung partai yang visinya jelas mendukung Islam.
“Saat berada di dalam bilik suara, itu urusan pribadinya. Tapi kami ingin mengenalkan partai Islam supaya mereka mencintai, akhirnya ada keinginan bersatu,” tuturnya di Masjid Al Azhar.
Menurut pria yang juga Ketua MUI Pusat itu acara tabligh akbar ini diselenggarakan agar masyarakat tidak perlu resah situasi akhir-akhir ini menjelang Pemilu.
“Acara ini diadakan supaya umat Islam ketika datang ke ruang suara membawa serta ideologinya. Jangan hanya ditinggal di rumah atau pesantren saja,”tukas Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) ini.*