Hidayatullah.com- Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif 9 April 2014 lalu menyisakan cerita tersendiri bagi pegiat ekonomi Islam Muhaimin Iqbal. Founder Gerai Dinar ini mengaku sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) dia sering didatangi calon anggota legislatif (caleg) yang hendak meminjam uang untuk kampanye.
Hal ini diungkapkan Muhaimin saat mengisi acara Seminar Kewirausahaan dan Ekonomi Islam di AQL Islamic Center, Jalan Tebet Utara I no 40 Jakarta Selatan, Ahad, (13/04/2014).
“Menjelang pemilu banyak sekali caleg yang pinjam uang. Yang datang buanyak, yang untuk (bayar) saksi aja butuh Rp 1 miliar,” ungkapnya di depan sekitar 100 orang peserta seminar.
Muhaimin mengaku, saat itu dia siap meminjamkan uang bagi para caleg tersebut. Tentu ada syaratnya, yaitu mereka harus punya jaminan pinjaman. Karena persyaratan ini, para celeg tersebut batal meminjam.
“Nggak ada yang memenuhi syarat. Karena saudara-saudaranya nggak ada yang berani menjamin,” imbuhnya disambut tawa hadirin.
Muhaimin mengungkap hal itu sebagai contoh pentingnya aqad dalam pinjam-meminjam. Dalam aqad peminjamannya, Muhaimin memang mensyaratkan peminjam dana punya jaminan untuk pihak Muhaimin.
Dia pun menjelaskan, prinsip dasar aqad dalam Islam adalah adanya kesepakatan antara dua pihak. Termasuk aqad dalam urusan ekonomi.
“Asal tidak boleh bersepakat dalam hal yang dilarang oleh Allah,” tambahnya, seraya mencontohkan larangan bersepakat melakukan riba.
Parpol Lupakan Baldatun Thayyibah
Pada kesempatan itu, Muhaimin juga menyinggung partai politik (parpol). Dia menyebut para parpol melupakan konsep “Baldatun Thayyibah” khususnya saat berkampanye.
Konsep ini, menurutnya, telah digambarkan dalam al-Qur’an, sebagai solusi untuk mengatasi problema Indonesia khususnya.
“‘Baldatun Thayyibah’ tidak disinggung partai manapun,” ujarnya.
Seminar tersebut digelar oleh Ar-Rahman Entrepreneur Community (AEC), bekerjasama dengan Bank Muamalat. Seminar ini mengusung tema “Let’s Change The World with Syariah Business” . Dalam agendanya, seminar yang berlangsung pukul 10.00-15.00 WIB ini juga diisi oleh Ustadz Abu Hanif dan Didin Hafidhuddin.*
(Foto: Muhaimin Iqbal pada Seminar Kewirausahaan dan Ekonomi Islam di AQL -by Syakur)