Hidayatullah.com–Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dulu dikembangkan dengan sangat pesat oleh umat Islam kini telah berubah 180 derajat. Perkembangan iptek telah didominasi oleh ilmuwan-ilmuwan Barat yang sekuler.
“Sungguh ironi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah oleh para ilmuan muslim, nyatanya malah dipisah sedemikian rupa,” ungkap Anggayudha Ananda, Presiden Conscience, sebuah Lembaga Pengembangan Pendidikan di Bandung.
Menurutnya, hal ini menjadi semakin ironi ketika fakta saat ini telah membuktikan bahwa sebagian besar prestasi generasi muda muslim dalam bidang iptek masih jauh dari kata baik. Jika dibandingkan dengan banyaknya kompetisi ilmiah yang bergengsi, siswa Muslim yang memenangkan kompetensi masih sedikit.
Padahal, menurut Angga, jika dinilai dari segi potensi, anak didik di sekolah-sekolah Islam tentu memiliki potensi yang tidak dapat diremehkan.
Kebanyakan dari mereka hanya perlu diberikan sentuhan-sentuhan khusus agar potensinya yang terpendam dapat mencuat dan membuahkan prestasi.
Untuk itu, Conscience, Science Academia sebagai lembaga pelatihan olimpiade MIPA & SD Islam Al Azhar 36 Bandung, juga beberapa Sekolah Islam dan Lembaga Pendidikan di Bandung, memiliki inisiatif membentuk Forum Sekolah Islam Se-Bandung Raya.
“Tujuan pembentukan forum ini sederhana, kita ingin membuktikan pada masyarakat bahwa generasi Muslim pun mampu berkompetisi dan mengukir prestasi dalam berbagai ajang olimpiade ilmiah,” papar Angga dalam rilis yang diterima hidayatullah.com, Kamis (8/5/2014) siang.
Bibit-bibit unggul ini, lanjut Angga, akan dibina secara intensif untuk mengikuti berbagai macam ajang kompetisi MIPA, baik di tingkat kota, provinsi, nasional maupun internasional. Dengan begitu, Angga berharap, dapat dimunculkan bibit-bibit unggul muslim yang prestatif.
Pada 10 Mei 2014 direncanakan seluruh sekolah Islam se-Bandung Raya akan berkumpul di SD Islam Al Azhar 36, Bandung untuk menginisiasi Forum Sekolah Islam Se-Bandung Raya, guna mewujudkan mimpi besar berkembangnya pendidikan Islam, membentuk peradaban ilmu dan melahirkan para ilmuwan dan cendekiawan muslim.*