Hidayatullah.com–Setelah menggulirkan program Shalat Subuh berjamaah di masjid selama 40 hari berturut-turut, komunitas Pejuang Subuh berencana akan membakukan program “Shalat Lima Waktu dengan Takbir Pertama” atau yang lebih dikenal dengan 5W+ 1T.
Program itu, kata Hadi E. Halim, pendiri komuniras Pejuang Subuh, sudah mulai digulirkan beberapa bulan belakangan.
Pada 14 Juni mendatang pengurus Pejuang Subuh wilayah Bandung dan Jakarta akan berkumpul dan mengadakan musyawarah di Jakarta.
Mereka akan membakukan Standard Operating Procedure (SOP) 5 W+ 1T,” ucap pria yang akrab dipanggil Didot itu.
“Kami berpikir setelah program 40 hari Subuh berjamaah, lalu program apa lagi? Sepertinya ada kekosongan,” ungkapnya saat ditemui hidayatullah.com di Masjid Baitul ‘Ilm, Diknas, Jakarta baru-baru ini.
Menurutnya, penilaian akan dilakukan bertahap mulai dari 3, 7, 10 sampai 40 hari. Jika ada satu hari saja yang gagal, maka program harus diulangi dari awal.
Selain mekanisme program, musyawarah itu sekaligus membahas hadiah yang akan diberikan bagi peserta yang konsisten menjalani shalat Subuh berjamaah di masjid 40 hari berturut-turut.
“Supaya semangat. Saya terinspirasi dari seorang Ustadz yang memberi uang Rp.100 Ribu bagi peserta yang tidak putus shalat Subuh 40 hari. Dari 39 orang yang mengikuti sayembara itu, hanya 12 orang yang berhasil. Pejuang Subuh ingin meniru hal tersebut dengan memberikan hadiah seperti jaket,”katanya.
Diharapkan program tersebut sudah berjalan pada bulan Ramadhan.*