Hidayatullah.com–Hari Senin, 9 Juni 2014 bertempat di Hotel Siliwangi, Semarang berlangsung “Lokakarya Imsakiyah Ramadhan 1435 H” .
Diskusi menghangat dengan pembahasan penentuan waktu shalat khusus di berbagai wilayah Indonesia yang sangat luas dan saat membahas penyusunan jadwal imsakiyah bulan Ramadhan.
Lokakarya juga telah menghasilkan kesepakatan beberapa ahli falak yang mewakili lembaga dan konsorsium serta organisasi masyarakat Indonesia.
“Kita ingin membangun kriteria bersama agar ibadah yang kita lakukan tidak lagi bertendesi asumsi-asumsi yang saling menyalahkan,” ungkap Prof. Dr Darori Amin, Wakil Rektor IAIN Semarang.
Redaksi jadwal sholat atau jadwal imsakiyah yang sudah terlanjur beredar di masyarakat seyogyanya menjadi telaah kritis bagi semua ahli falak, ujarnya.
Lokakarya ini dihadiri pula oleh perwakilan dari BMKG pusat, perwakilan media massa dan elektronik, tidak ketinggalan seluruh mahasiswa jurusan ilmu falak dan astronomi dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
“Pemabahasan ini sangat penting bagi kami para mahasiswa yang sedang menjalani studi ilmu falak,” tutur Rivan salah seorang mahasiswa pascasarjana studi ilmu falak.
Menurut Rivan, perhitungan waktu shalat dan imsak Ramadhan tahun ini terasa lebih berimplikasi kepada para pegiat ilmu falak walaupun ketentuan dalam ilmu perhitungan ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat umum. Hal ini disebabkan karena ilmu falak sudah mulai popular di kalangan akademik, sehingga subtopik yang menjadi pembahasan ini sangat berdampak positif bagi kalangan akademis.
Di antara tokoh yang hadir memberikan materi penyusunan jadwal imsakiyah kali ini adalah Dr. Oman Fathurrahman yang mewakili Ahli Falak dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hadir pula tokoh ilmu falak KH. Slamet Hambali, M.SI.
Pada kesempatan diskusi ini semua peserta tampak sangat antusias, mereka telah hadir beberapa menit sebelum acara dimulai dan tetap mengikuti acara penyusunan jadwal imsakiyah sampai menghasilkan jadwal yang disepakati bersama.
Saat segmen terakhir yaitu tanya jawab seorang ahli falak asal Kota Pontianak Ustad Jemaat, M.SI, ditanya oleh para jamaahnya tentang kapan memulai Ramadhan tahun ini, Jemaat hanya menjawab, “Saya bukan Tuhan,” ujarnya dengan nada khas bercanda.
“Ini adalah masalah kita bersama, kita lihat saja nanti saat proses ru’yat dan hasil istbat pemerintah.” Lanjutnya dengan mimik lebih serius.*/A Syahid Jundillah (Semarang)