Hidayatullah.com– Para penganut liberalisme sejatinya adalah kelompok yang tidak memahami Islam secara utuh. Penilaian ini disampaikan oleh mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Imam Suprayogo.
“Yang dikatakan liberal-liberal itu kan karena kurang mampu untuk memahami (ajaran Islam). Kadang-kadang ajaran itu dianggap sebagai sesuatu yang sudah usang. (Mereka) belajar agama menjadi liberal, karena ndak paham sesungguhnya,” ujarnya di Depok, Jawa Barat, Rabu (25/06/2014).
Menurut Imam, orang Islam yang kemudian menjadi liberal akibat setengah-setengah memahami ajarannya. Mereka ini digolongkan pada posisi yang ‘tidak jelas’, bukan Muslim, bukan kafir.
“Nah kalau itu lalu setengah-setengah, bagaimana tidak liberal gitu loh. Wong setengah-setengah. Yang susah itu kan orang ndak jelas sesungguhnya kan,” ujarnya sebagai pembicara pada acara Curah Gagasan Konsep Pendidikan Berbasis Kebutuhan Global Menuju Indonesia Memimpin gelaran Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Dalam al-Qur’an, jelasnya, manusia dibagi tiga kelompok. Pertama, orang-orang yang bertaqwa (muttaqin), yang jelas sebagai golongan kanan. Kedua, orang-orang kafir (kafirin), yang jelas sebagai golongan kiri. Yang ‘tidak jelas’ golongan ketiga, antara muttaqin dan kafirin.
Golongan ketiga inilah, menurutnya, posisi penganut liberalisme berada. Seperti dikutipnya dari sebuah ayat al-Qur’an, mereka golongan yang mengaku beriman, tapi sesungguhnya tidak beriman kepada Allah.
“Lembaga-lembaga pendidikan itu di mana-mana ndak maju itu karena ndak jelas itu. Wong ndak jelas kok. Di sini sesungguhnya tuh, menurut saya, liberal itu akibat buah daripada ndak jelas itu,” ujarnya pada acara yang digelar di aula STIE Hidayatullah ini.
“Hidayatullah ini menjadi maju itu kan karena dosennya, guru-gurunya jelas. Hidayatullah itu menjadi maju karena jelas. Dan semakin kita perjelas, mulai dari visi-misinya, orientasi, kegiatan, target-target, ke depan itu agar menjadi yang lebih jelas. Jadi kalau menurut saya ya itu,” lanjutnya.
Saat ditanya mengapa di sejumlah perguruan tinggi agama Islam negeri seperti UIN dan IAIN lainnya dikenal banyak melahirkan pemikir liberal, Imam mengaku tak habis pikir.
Dia pun menyarankan, daripada sibuk mengurusi kaum liberal, lebih baik umat Islam fokus dengan tugasnya masing-masing. Termasuk memperkebal diri dari ancaman paham ini.
“Seperti angin, dia akan lewat sendiri,” ujarnya mengiaskan saat bincang-bincang dengan Hidayatullah.com dan pengurus Pesantren Hidayatullah Depok usai acara.*