Hidayatullah.com–Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin berharap keputusan-keputusan hasil Rapat Kerja Nasional tahun 2014 memiliki dampak besar dalam perubahan umat Islam.
Hal ini disampaikan Kiai Ma’ruf saat menutup Rakernas MUI tahun 2014 di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (14/08/2014) siang. Rakernas MUI berlangsung 12-14 Agustus 2014 dan dihadiri pengurus MUI pusat dan daerah.
“Ya diharapkan memiliki dampak besar atau high impact. Jangan sampai hasil Rakernas ini low impact, atau bahkan no impact,” kata Kiai Ma’ruf.
Kiai Ma’ruf menjelaskan tantangan dakwah MUI semakin hari semakin besar dan banyak. Dia lantas mencontohkan dakwah di Papua yang masih dirasa kurang perhatian.
“Kami sudah sampaikan ke sekjen Rabitah dan Dubes Saudi soal tantangan dakwah di Papua. Dan mereka sudah menyanggupi untuk membantu mengembangkan dakwah di Papua,” terang Kiai Ma’ruf.
Kiai Ma’ruf berharap pendakwah Islam di Papua diberi berbagai kemudahan dan fasilitas untuk menunjang dakwahnya.
Dalam Rakernas MUI tahun 2014, MUI mengeluarkan berbagai keputusan termasuk rekomendasi-rekomendasi.
Diantara poin rekomendasi Rakernas MUI adalah soal RUU Jaminan Produk Halal. MUI meminta pernanannya dalam sertifikasi halal dikuatkan. Karena sudah seperempat abad MUI dipercaya dalam menjalankan sertifikasi halal.
Pada poin lain, MUI meminta Pemerintah untuk mendesak founding father ASEAN agar mendorong penyelesaian secara adil kasus penindasan etnik Rohingya, Muslim Pattani, bangsa Moro dan etnik-etnik Muslim di Tiongkok.
Selain itu maraknya penyebaran ajaran Islam yang menyimpang, seperti Syiah Rafidhah, Ahmadiyah, Islam liberal, membuat MUI meminta umat Islam untuk waspada.*