Hidayatullah.com–Praktik “jual-beli” peserta tetap terjadi pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) XXIV Ambon. Saat ini, sebanyak 50 putra/putri asal Jabar menjadi “gacong” untuk mewakili provinsi lain.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Kafilah Jawa Barat Dady Iskandar, Senin (4/6/12).
“Ya, tercatat sudah ada 50 putra/putri asal Jawa Barat yang akan bertanding mewakili provinsi lain. Terus terang, kami tidak bisa mencegah praktik itu,” ungkap Dady yang juga menjabat Kepala Bagian Agama Setda Provinsi Jawa Barat itu.
Menurut dia, praktik “gacong” tersebut selalu marak menjelang pelaksanaan MTQN setiap dua tahun. Dalam hal ini, Jawa Barat menjadi provinsi utama yang dijadikan “pemasok” peserta.
“Sejumlah provinsi selalu aktif mencari bibit-bibit unggul asal Jawa Barat, tentu saja dengan iming-iming tertentu. Sebenarnya, praktik itu merugikan Jawa Barat. Namun, Alhamdulillah, sampai sejauh ini, Jawa Barat tak kehabisan stok,” tuturnya, seperti dimuat laman Pikiran Rakyat.
Dady mengatakan, sejumlah provinsi yang aktif mencari “gacong” di antaranya DKI Jakarta, Banten, dan beberapa provinsi di Indonesia Timur.*