Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cicih Sukaesih Menjemput Buah Hati karena Cemas pengaruh LGBT

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2014 14:22 2:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Agustus 2014 13:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di sebuah gerbong kereta jurusan Jakarta-Purwokerto, Cicih Sukaesih menuliskan surat cintanya. Surat itu merupakan letupan kegelisahan pada anaknya yang tak kunjung mengabarinya.

Nak… Umi kangen….
Berapa lama rasanya  tak mendengar celotehmu
Tulisan-tulisanmu yang membuat jiwa bergairah

Nak…Umi sekarang sedang berjalan menuju cintamu
Bukan karena kau tak makan
Karena Umi tahu, kau tak akan pernah kelaparan
Bukankah shaum biasa kau lakoni?

Nak…sekarang Umi sedang berjalan menuju cintamu
Bukan karena takut kau sakit…
Karena Umi tahu kau orang yang kuat dan mandiri
Tahu bagaimana cara bertahan hidup

Tapi…Umi sekarang sedang berjalan menuju cintamu
Karena Umi ingin tahu…
Dimana jiwamu berlabuh saat ini…

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tulisan yang dibuat disepanjang perjalanan tersebut diharapkan mampu mengurai simpul-simpul kerinduan seorang ibu pada anaknya. Selama dua minggu terakhir, Salman, anak lelakinya, tidak bisa dihubungi melalui telepon, SMS maupun akun di sosial media.

“Kata temannya, Salman ada kok di kampus. Dia lagi sibuk menyiapkan pagelaran. Tapi saya tetap khawatir karena tak bisa dihubungi, “ ungkap Cicih.

Kisah Cicih ini ia sampaikan saat presentasi tentang fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgende (LBGT) di kalangan remaja pada peserta Training For Trainers (TFT) Feminisme dan Kesetaraan Gender Tingkat Lanjutan yang berlokasi di AQL Islamic Center, Jakarta, belum lama ini.

Tak dapat menunggu lebih lama lagi, Cicih bergegas memesan tiket kereta untuk “menjemput buah hatinya” yang tengah studi di Universitas Negeri Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah.

Kepergiannya membawa segudang pertanyaan tentang anaknya: “Sedang apa?” dan “bersama siapa?” Pergaulan bebas remaja, ditambah fenomena kerusakan remaja bernama kelainan LGBT, dinilai mengkhawatirkannya.

Siang hari, sesampainya di Unsoed, Cicih berhasil bertemu sang anak. Rentetan pertanyaan masi ia ajukan. Mendapatinya dalam keadaan baik, seketika rasa gelisah tergantikan dengan ketenangan.

Saat itu, Salman merupakan salah satu penanggungjawab sebuah acara kampus. Ia sangat sibuk. Selama hampir sebulan, bersama teman-temannya, Salman intensif memonitor persiapannya.

“Akhirnya, Umi sudah ketemu cinta-nya, kan?”kata Salman di sela-sela persiapan acara pagelaran.

Raut kegelisahan sirna dari wajah Cicih. Pengertian yang ditunjukkan Salman atas kehadiran ibunya, meruntuhkan kegalauannya. Berikutnya, Salman meminta Cicih duduk di sebuah taman yang menghadap ke panggung pertunjukkan. Hari itu pagelaran siap dimulai.

Cicih hanyalah satu dari jutaan para ibu yang khawatir terhadap pengaruh pergaulan remaja masa kini. Komunikasi yang tidak lancar, tinggal berjauhan dari orangtua, membuka celah-celah pikiran negatif seperti yang dirasakannya.

Ketakutan itu dinilai sebuah kewajaran di tengah kehidupan yang makin permisif pada pelanggaran norma agama.

“Nak, kamu mau nikah, nggak? Supaya kuliah ada yang nemani. Nggak papa, kuliah sembari menikah,”ujar Cicih pada Salman menjelang kepulangannya ke Jakarta. Tawaran itu meluncur secara jelas dan sadar. Mahasiswa semester 7 itu mencoba menyembunyikan kekagetannya.

“Umi apaan, sih?! Aku lagi nggak mikirin perempuan,”ucap Salman malu-malu.

“Wah, kalau nggak mikirin perempuan, Umi malah lebih takut lagi!”kata Cicih beralasan. Ia merasa, menikah merupakan solusi tepat untuk meredam pergaulan bebas di zaman seperti ini.

Cicih mengatakan, LGBT ibarat penyakit menular. Jika tidak segera diobati, pengaruhnya meluas. Pengobatannya mudah, kembali pada tuntunan Islam dalam mengatur hubungan lawan jenis.

“Ibu yang punya anak remaja, jangan pernah tidur nyenyak sebelum Ibu tahu kondisi anak Ibu seperti apa sekarang ini!”pungkas Cicih.

Namun, Ia juga menyarankan para orangtua untuk tidak bersikap berlebihan ketika mendapati SMS, foto atau telepon yang ditujukan untuk anak mereka dari teman lawan jenisnya. Para orangtua perlu mencermati terlebih dahulu pergaulan anak-anaknya.

“Kita selalu bilang pada anak kita supaya mereka tidak boleh pacaran. Padahal, kita tidak pernah memberikan ilmunya, kenapa tidak boleh pacaran? Kenapa tidak boleh berinteraksi lebih dari yang seharusnya?”jelasnya di hadapan puluhan peserta TFT yang diselenggarakan oleh Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia belum lama ini.

Menurut Cicih, tugas para orangtua saat ini sangat berat. Teknologi yang berkembang pesat memungkinkan siapapun mengakses informasi yang positif ataupun negatif.

Membangun komunikasi yang baik akan mempermudah pembinaan para remaja, ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fahira Idrislgbt
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammad menjadi Nama paling Populer di Oslo
Tulisan selanjutnya Hidayatullah Sebar Dai Mengajar ke Pelosok Nusantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?