Hidayatullah.com-Pengasuh kajian keluarga, Tri Asmoro Kurniawan mengatakan, poligami khususnya dan syariat Islam umumnya, merupakan solusi mengatasi problem rumah tangga.
“Keluarga yang tidak menjalankan syariat pasti akan bermasalah,” ujar pria yang kerap diundang berceramah soal keluarga pengisi tetap kajian Radio Dakwah Syariah (RDS) FM Solo ini.
Ia mengatakan, kajian-kajian di luar syariat selama ini mentah untuk mengatasi masalah keluarga. Misalnya teori di luar Islam yang melarang suami-istri bercerai.
Padahal, katanya, keharmonisan rumah tangga ukurannya bukan hanya terletak pada bercerai atau tidaknya suami-istri.
“Tidak Hanya Tidak Bercerai,” ujarnya mengutip judul tulisannya di sebuah majalah Islam.
Membandingkan dengan orang yang bermaksiat dan berselingkuh, ia mengatakan, suami berpoligami sesuai syariah, merupakan tindakan bertanggung jawab.
“Sebenarnya orang yang berpoligami itu bertanggung jawab. Karena orang yang berpoligami palingan ke satu orang (wanita). Sedangkan yang berselingkuh bisa puluhan orang,” ujarnya saat dikunjungi hidayatullah.com di kediaman istri pertamanya di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (02/09/2014).
Olehnya, menurut pria beristri dua ini, mestinya para ibu atau istri berterima kasih kepada suaminya yang berpoligami.
Boleh Cerai, Asal…
Tri Asmoro mengatakan, dalam pernikahan ada hak perceraian. Bukan berarti dalam pernikahan tidak boleh ada perceraian sama sekali. Kalau pernikahan tidak bisa dilanjutkan dan lebih baik jika bercerai, maka boleh bercerai.
“Misalnya suami melakukan dosa besar tapi tidak bisa diingatkan lagi, atau istrinya melayani suami sudah tidak bisa ikhlash lagi,” ujarnya mencontohkan.
Ia pun berpesan, seorang suami harus benar-benar menjadi pemimpin bagi istri dan keluarganya. Suami yang baik, katanya, harus mampu menafkahi keluarganya. Jangan sampai ada suami yang justru merasa nyaman dinafkahi istrinya.
“Jangan pernah menelantarkan anak, meskipun suami-istri telah bercerai. Kalau ada mantan suami atau mantan istri, tapi tidak ada mantan anak,” ujar penulis buku Amanah di Pundak Ayah ini.
Ia mengatakan, masalah keluarga telah menjadi masalah nasional. Sudah seharusnya suami-istri yang keluarganya bermasalah mencari solusi dengan tuntunan syariat Islam.
“Bagi saya, menikah itu kan ibadah. Jadi harus ikhlash. Jadi istri juga berat tapi harus ikhlash. Jadi suami juga berat tapi harus ikhlash,” pesan pria tiga anak yang juga konsultan masalah rumah tangga ini.
Tri Asmoro adalah dai yang biasa mengisi kajian di radio RDS FM Solo. Masing-masing istri pertama dan keduanya adalah Sayyidah Shokhiyah dan Dyah Palupi.*