Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dukung PBA, Syabab Hidayatullah – Posdai Gelar TOT Grand MBA

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2014 15:45 3:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2014 15:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pimpinan Pusat (PP) Syabab Hidayatullah bekerjasama dengan Persaudaraan Dai Nusantara atau Posdai, menggelar acara Training of Trainer Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Qur’an (TOT Grand MBA) selama 3 hari di Gedung Pusdiklat Hidayatullah, Kota Depok, Jawa Barat, ditutup Ahad (19/10)/2014) malam.

Training intensif yang dihadiri puluhan peserta dari unsur pengurus wilayah Syabab Hidayatullah, mahasiswa, dan praktisi serta relawan pengajar Al Qur’an ini diisi oleh instruktur nasional Grand MBA, Agung Tranajaya, Lc, M.Si dan Ketua Posdai Indonesia, Achmad Suhail.

Ketua panitia pelaksana, Hendra G. Zakky, mengatakan, kegiatan TOT Nasional Grand MBA ini sebagai upaya menyelenggarakan pendidikan Al Qur’an ke berbagai tingkatan dan wilayah guna mendukung pemerintah dalam pemberantasan buta aksara (PBA), yang di dalamnya mencakup buta tulis Al Qur’an.

Pelatihan Grand MBA ini akan digulirkan ke daerah lain di Indonesia oleh pengurus Syabab Hidayatullah di wilayah atau daerah, bekerjasama dengan Majelis Taklim Hidayatullah (MTH) dan Posdai Indonesia. Peserta baru bisa mengikuti TOT Grand MBA Nasional setelah mendapat rekomendasi dari wilayah.

“Syabab Hidayatulah ingin terlibat aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan program Grand MBA ini. Kami membidik kalangan muda karena diharapkan etos kerja mereka tinggi,” kata Hendra Zakky di Depok, Jawa Barat, Senin (20/10/2014).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Zakky mengungkapkan, digelarnya TOT Grand MBA ini berangkat dari keprihatinan masih tingginya tingkat buta buta aksara baca tulis Al Qur’an. Dia mengutip, di kota Depok saja pada tahun 2006 tercatat angka buta aksara latin mencapai angka 13.000 jiwa, dan buta aksara Al-Qur’an lebih banyak, yaitu mencapai angka 20.000 jiwa.

“Boleh jadi data tersebut belum mengalami tren peningkatan signifkan dalam kemampuan baca Al Qur’an. Dan tidak menutup kemungkinan kondisi serupa terjadi juga di daerah-daerah lainnya,” kata Zakky.

Lebih jauh Zakky menerangkan, Grand MBA merupakan gerakan nasional mendukung pemerintah dalam melakukan pemberantasan buta huruf aksara. Sebagaimana diketahui, Undang-undang Dasar 1945 alinea Keempat menegaskan bahwa pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan dalam pasal 31 ayat 1 dinyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Dalam semangat pemberantasan buta huruf aksara, jelas Zakky, maka adalah hak warga negara untuk mendapatkan hak pendidikan Al Qur’an. Dengan pemahaman dan praktik yang baik dari nilai pengajaran Al Qur’an, diharapkan mengembangkan potensi kehidupan manusia maupun akhlak al-karimah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan dengan tujuan pembentukan manusia seutuhnya guna memajukan peradaban.

Hal itu, sambung Zakky, bersenyawa dengan semangat pendidikan nasional dalam upaya membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, sebagaimana tertuang dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003, Bab II pasal 3.

Meskipun program pemberantasan buta aksara telah dicanangkan secara nasional sejak tahun 2003 dan dilakukan program percepatan pada tahun 2005 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun program percepatan pemberantasan buta aksara yang ditargetkan tuntas pada tahun 2009 ini nampaknya relatif masih nihil.

“Untuk itu, kami di Syabab Hidayatullah akan menjadikan ini sebagai program nasional. Selain melayani permintaan masyarakat luas, pemantapan kemampuan baca tulis Al Qur’an ini setidaknya akan diwajibkan untuk anggota dan pengurus,” pungkas Zakky yang juga Ketua Departemen Dakwah PP Syabab Hidayatullah ini.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Syabab Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menjadi Pemalu di Era Global
Tulisan selanjutnya Idealnya Pemuda Islam Bisa Mengaji Qur’an dan Mengajarkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?