Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Banyak Intervensi, Politisi Golkar Sebut Jokowi Bukan Panglima

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Januari 2015 08:36 8:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Januari 2015 08:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Mantan artis dan politisi Golkar Nurul Arifin menyebut bahwa presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memimpin pemerintahan hingga saat ini belum ada hasil yang nyata.

“Hingga saat ini belum ada output yang jelas dalam 100 hari kepemimpinannya,” ucapnya forum diskusi publik bertema ‘Evaluasi 100 Hari Pemerintahan Jokowi-JK’  di Multifunction Room Paramadina Graduate School, The Energy Building 22nd Floor SCBD Lot. 11A, Jakarta, Senin (26/01/2015).

Salah satu mengapa belum ada hal nyata dalam pemerintahan, menurutnya disebabkan internal dan eksternal partai yang terlalu banyak mengendalikan. Sehingga, di mana seharusnya Jokowi adalah panglimanya, dengan adanya tekanan tersebut justru dikendalikan bak prajurit.

“Jokowi belum menjadi panglima dalam pemerintahannya. Terlihat ia belum pegang kendali dalam pemerintahan secara nyata,” katanya.

Selain itu ia juga menyatakan perihal mengapa presiden Joko Widodo seakan tak mampu bergerak. Sebabnya, ialah karena terlalu banyak tekanan dari dalam partai dan partai pendukung pemerintahan (baca: KIH).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Intervensi tidak hanya datang dari keluarga besar PDIP, melainkan dari partai koalisi,” tambahnya.

Belum lagi menyangkut komunikasi yang dianggap politisi Golkar ini menyebabkan Presiden sulit berinteraksi.

“Komunikasi politik pun juga tidak berjalan dengan baik,” tutupnya.

Dengan demikian, Nurul yang sempat menyatakan bahwa dirinya adalah utusan  Koalisi Merah Putih (KMP) akan terus mengkritik kinerja pemerintahan Jokowi secara proporsional. Dan jika ada hal-hal positif atas nama rakyat, KMP akan mendukung.

Nurul Arifin hadir sebagai salah satu pembicara dengan yang lain. Di antara hadir Pengamat Politik Universitas Paramadina Eka Wenats Wuryanta, Pakar Komunikasi Universitas Paramadina Politik Putut Widjanarko, Rektor Universitas Paramadina Firmansyah, mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Politisi dari PDIP, Efendi Simbolon.

Dalam pernyataannya, Efendi Simbolon mengungkapkan rasa kecewa terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi. Salah satu yang membuat ia kecewa  penerapan atau kebijakan yang dibuat Jokowi yang cenderung melindungi Neo Liberal. [Baca: Politisi PDIP, Efendi Simbolon: Kebijakan Jokowi Neo Liberal, Lebih Baik Ganti Presiden]

Masalah ini sempat ia protes. Belum lagi ada oknum-oknum PDIP yang berjiwa Neolib dan pragmatis yang mendorongnya.

“Saya pernah protes Jokowi terhadap energi yang beraroma Neo-Liberal. Dan ternyata di PDIP pun banyak yang Neo-Liberal dan pragmatis,” katanya tegas Efendi Simbolon.*

 

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GolkarJoko widodoJokowiNurul Arifin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pedang-Pedang Rasulullah Muhammad
Tulisan selanjutnya Beda Seni di Mata Barat dan Islam (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?