Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Dinilai Berlebihan, ISIS Di Timur Tengah Nampak, Komunis Dalam Negeri Tak Kelihatan

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Maret 2015 09:43 9:43 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 Maret 2015 09:41
Bagikan
[Ilustrasi] Aksi tolak PKI dan komunisme
Bagikan

Hidayatullah.com- Direktur Pemerhati Kontra-Terorisme (CIIA), Harits Abu Ulya mengatakan secara aktual Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (Daisy/ISIS/ISIL) bukan menargetkan Indonesia, tetapi eksistensinya ada di Timur Tengah.

“Isu ISIS sudah tidak proporsional di kelola oleh media mainstream, begitu juga pemerintah yang terlalu berlebihan menyikapinya,” kata Harits dalam rilisnya pada hidayatullah.com, Jum’at (20/03/2015).

Menurut Harits orang punya pemikiran yang identik dengan ISIS tidak bisa disebut sebagai tindakan pidana. Dan propaganda yang diarahkan kepada ISIS selama ini, lanjutnya, lebih terkesan upaya kriminalisasi terhadap Islam dan kebangkitan kekuatan politik umat Islam.

“ISIS sudah dianggap ancaman dan common enemy yang serius, padahal hakikatnya itu baru sebatas asumsi,” kata Harits.

Harits menuturkan phobia terhadap Islam dikembangkan secara massif dengan batu loncatan adanya kelompok ISIS atau label kelompok radikal maupun fundamentalis kepada komponen umat Islam yang menyerukan penerapan syariat secara total dalam aspek kehidupan sosial politiknya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Bicara soal ancaman atau bahaya, Indonesia sudah dalam kubangan bahaya aktual,” tegas Harits.

Menurut Harits Indonesia dalam cengkraman kapitalisme dan liberalisme dalam berbagai aspeknya. Ditambah lagi dengan kebangkitan paham komunisme yang sudah mulai menyeruak.

“Ini ancaman aktual dan bukan asumsi lagi. Ibarat pepatah ‘kuman disebrang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tidak tampak’,” kata Harits.

Harits mengungkapkan penyebabnya adalah penguasa dan pengelola negeri Indonesia yang kacamatanya kapitalis-sekuler Liberal. Jadi, lanjutnya, isu terkait dengan Islam dan simbolnya akan selalu diarahkan menjadi obyek kriminalisasi secara sistemik dan target utamanya adalah mereduksi bangkitnya kekuatan politik umat Islam dan demi taguhnya demokrasi absurd di Indonesia yang pro Barat-Kapitalis.

“Masyarakat harus melek politik agar tidak larut dengan propaganda yang kontraproduktif terhadap Islam,” pungkas Harits.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Akan Adakan Ijtima’ Ulama Bahas Masalah Kontemporer
Tulisan selanjutnya Ketika Musik Menggema di Andalusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?