Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Iran Dinilai Jadikan Isu Radikalisme Sebagai Palu Godam Halangi Syiahisasi di Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 April 2015 14:48 2:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 April 2015 14:27
Bagikan
Anggota Komisi Hukum & Perundang-undangan MUI Pusat, Dr Abdul Chair Ramadhan
Bagikan

Hidayatullah.com–Anggota Komisi Hukum & Perundang-undangan MUI Pusat Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, mengatakan Syiah dinilai berhasil mempengaruhi pemerintah Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan terkait adanya kerja sama pemberantasan radikalisme pemerintah Indonesia dengan pemerintah Iran di Jakarta hari Kamis ini.

“Kerja sama dengan Iran ini termasuk salah satu bagian keberhasilan Syiah Iran mempengaruhi pemerintah Indonesia,” ujar Abdul Chair Ramadhan, Kamis, (23/04/2015).

Menurut Abdul Chair, sebelumnnya Iran telah sukses memasukkan Iran Corner, kerja sama pendidikan dan beasiwa pelajar. Termasuk keberhasilannya ikut memberika masukan memblokir media-media Islam.

Menurut Abdul Chair, seharusnya menyangkut kerja sama dengan Iran ini pemerintah bisa membicarakan dulu dengan banyak pihak, terutama terkait ideologi Iran yang Syiah. Termasuk kalau perlu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga tokoh-tokoh agama yang mengerti Syiah.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kita harus paham dulu, apa pengertian radikalisme dalam pikiran Iran. Bagi Iran yang Syiah, semua yang melawan usaha-usaha syiahisasi dinilai intoleran dan takfiri. Jika takfiri akan melahirkan gerakan radikal. Dan gerakan radikal bisa berujung tindakan terorisme, begitu cara pikir Iran. Jadi ini semacam teori ABC. Jika A+B=C,” ujar penulis buku “Syiah Menurut Sumber Syiah, Ancaman Nyata NKRI” ini.

Padahal, defenisi radikal yang dipahami Iran yang Syiah berbeda yang dipahami umat Sunni. Ia memberi contoh, semua yang melawan Syiah di Suriah atau Yaman adalah ‘teroris’ bagi Syiah. Padahal diluar ISIS, yang diteroriskan Syiah-Iran ada pejuang-pejuang Sunni.

Ujung-ujungnya, kata Abdul Chori, kerja sama dengan Iran ini akan sama dengan aksi BNPT belum lama ini dengan menutup media-media Islam dan akan banyak membawa korban.

“Saya khawatir, orang menulis, orang berdakwah, ceramah, bisa dikait-kaitan dengan radikalisme.”

“Nampaknya, istilah radikalisme, akan dijadikan palu godam (alat untuk memukul dan menghancurkan, red) bagi Syiah-Iran untuk menghalangi sekaligus mengamankan usaha syiahisasi-nya di Indonesia.”

Menurutnya, semua halangan gerakan syiahisasi ini nampaknya ingin berusaha dibendung Iran dengan melakukan kerja sama lebih resmi di tingkat kementerian di Indonesia. [Baca: Indonesia Lakukan Kerja Sama Pemberantasan Radikalisme dengan Iran]

Ia yakin, kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan kerja sama lebih lanjut. Setelah itu,  akan ada kerja sama di intelijen dan kerja sama di tingkat tokoh-tokoh agama.

Padahal menurut pria yang disertasinya menulis tentang hubungan ideologi Syiah dan Ketahanan Negara (NKRI) ini, tak seharusnya Indonesia yang besar ini melakukan kerja sama dengan mereka jika urusan radikalisme.

“Indonesia tak perlu kerja sama soal radikalisme dengan Iran. Gak ada pentingnya. Kita ini Negara berdaulat dan memiliki sistem hokum sendiri yang berbeda dengan Iran.”

Pemerintah, menurutnya, seharusnya bertanya-tanya, apa maksud tawaran kerja sama Iran ini? Sebab, di seluruh dunia saat ini sedang menyorot berbagai keterlibatan Syiah yang mengangkat senjata dan melakukan kudeta. Termasuk keterlibatan Syiah di Yaman.

“Wong, masyarakat seluruh dunia menyorot berbagai keterlibatan Syiah yang mengangkat senjata di mana-mana termasuk keterlibatan Syiah di Yaman. Kok ini kita malah melakukan kerja sama,” ujarnya.

Ia berharap, Presiden Joko Widodo tidak menelan mentah-mentah tawaran Syiah.

“Sayangnya, untuk banyak kasus-kasus menyangkut keumatan, presiden kita tidak mengerti persoalan. Ini yang bahaya,” ujarnya lebih jauh.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:indonesiairanJoko widodoJokowikerjasamaMoUsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Lakukan Kerja Sama Pemberantasan Radikalisme dan Terorisme dengan Iran
Tulisan selanjutnya Jokowi Bertemu Ibrahim Mahlab, MPD Hadiahi Mesir Petisi Penista HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?