Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Orientalis Tak Bisa Disebut Orang Berilmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Mei 2015 10:31 10:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2015 10:31
Bagikan
Dr Nirwan Syafrin
Bagikan

Hidayatullah.com–Ilmu bukanlah sekedar banyaknya informasi yang ditahu atau dihafal. Ilmu adalah apa yang membekas pada ibadah dan akhlak. Jadi yang terpenting adalah apa jejak manfaat dari ilmu yang dipelajari selama ini.

Nasihat tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor IV Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Dr. Nirwan Syafrin dalam satu kegiatan taushiyah kepada puluhan mahasiswa UIKA, belum lama ini.

Menurut Nirwan, kumpulan informasi dan keluasan wawasan yang dipunyai tidak lantas menjadikan seorang Muslim menjadi orang berilmu. Biasanya, orang lalu dianggap berilmu jika punya banyak hafalan atau jawabannya mengalir ketika ditanya orang lain.

“Jika hanya itu standarnya, berarti mesin pencari google itu adalah orang yang paling berilmu,” ujar Nirwan.

“Mau cari apa saja, pasti dijawab oleh google. Tapi kenapa google tidak disebut sebagai alim atau ulama?” lanjut Nirwan dengan nada tanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam acara yang digelar di Masjid al-Hijri II, Kampus UIKA ini, Nirwan lalu menceritakan, suatu ketika Imam al-Ghazali memberi nasihat kepada murid-muridnya. Bahwa kumpulan ilmu pengetahuan itu tidak cukup mengantarkan seseorang ke dalam surga. Sebab produk dari sebuah ilmu adalah amal kebaikan yang membuat orang itu kian dekat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

“Ilmuka al-mujarrad la yaquduka ila al-jannah” (ilmumu semata tidak (bisa) mengantarmu ke surga), demikian Nirwan mengulang perkataan Imam al-Ghazali dalam kitab Ayyuha al-Walad al-Habib.

Lebih jauh,  peneliti Institute for The Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) ini juga menjelaskan tips agar ilmu yang dipelajari itu bisa bermanfaat.

Secara filsosofis, ilmu adalah tibanya makna ke dalam jiwa dan tibanya jiwa kepada makna. Yaitu adanya integrasi ilmu antara iman dan amal serta adab seseorang, demikian penjelasan mengutip pendapat tokoh pendidikan Melayu, Prof Dr Naquib al-Attas.

Olehnya, menurut Nirwan, seorang kaum Orientalis atau non Muslim tak bisa disebut orang berilmu meskipun secara kasat mata ia memiliki segudang hafalan dan pengetahuan.

Sebab apa yang dia tahu tapi tidak pernah diyakini sebagai bagian dari keimanan dirinya dan tak membuahkan amal kebaikan sedikit pun.

“Mereka hanya menguasai sejarah dan ilmu tentang Islam semata,”  papar Nirwan menerangkan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalilmuINSISTSorientalispengetahuan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Quran Dihujat dan Problem Adab
Tulisan selanjutnya Airbus akan Gugat Intelijen Jerman Soal Kerjasama Spionase dengan Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?