Hidayatullah.com–Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center dalam hal ini divisi kokoh keluarga Indonesia menggelar Tabligh Akbar menyambut Ramadhan 1436 Hijriah dengan tema “Kokohkan Keluarga Indonesia Dengan al-Qur’an” di Masjid Istiqlal Jakarta, Selasa (02/06/2015).
Direktur Divisi Kokoh Keluarga Indonesia AQL Islamic Center, Bendri Jaisyu Rahman mengatakan tujuan dari digelarnya acara tabligh akbar adalah untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingya peran orangtua dalam menjadikan keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
“Semoga acara ini bisa menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga dan peran orangtua dalam mendidik anak-anaknya dengan menanamkan iman kepaaa anak-anak itu sangat penting sehingga bisa melahirkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah serta bisa masuk surga secara bersama-sama,” kata Bendri kepada hidayatullah.com di sela-sela acara tabligh akbar sedang berlangsung.
Saat ini, menurut Bendri, kebanyakan orangtua disibukkan dengan rutinitas pekerjaannya seperti mengumpulkan materi. Namun, ternyata lupa bahwa peran penting orang tua sejatinya adalah mendidik anak-anak supaya mereka menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.
“Urusan keluarga itu bukan saja bagaimana mencukupi kebutuhan pangan, sandang dan papan tetapi lebih penting bagaimana mendidik keluarga supaya menjadi keluarga yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegas Bendri.
“Ini yang sering kita lupakan. Justru sering kali kita berpikir enaknya kita liburan kemana yah. Tetapi sejatinya kita lupa jika kita tidak menanamkan iman dihati anak-anak dan istri bisa jadi kelurga kita tidak akan menjadi keluarga bahkan akan tercerai berai,” imbuh Bendri.
Menurut paradigma Bendri keluarga yang sakinah mawadah warahmah itu bukanlah kerluaga yang tercerai berai sibuk dengan urusannya masing-masing dalam memenuhi kebutuhan dunia semata, dan mengesampingkan urusan akhirat.
“Untuk itu dalam event kali ini kita bagi pemateri yang fokus membahas keluarga seperti Prof. Dr. KH Didin Hafidhuddin yang membahas peran ayah dalam mengokohkan kelaurga, Oki Setianan Dewi yang membahas peran ibu sebagai benteng generasi muda (anak-anak.red), dan Ustadz Bachtiar Natsir membahas bagaimana mengkokohkan keluarga berdasarkan al-Qur’an,” jelas Bendri.
Dengan begitu, Bendri menaruh harapan besar dengan diadakannya tabligh akbar itu, pertama keluarga Indonesia bisa duduk bersama dengan ayah, istri dan anak-anak untuk selalu berdiskusi memperbanyak dialog keimanan. Kedua, orangtua mampu pemperbanyak bekal dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya supaya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Ketiga bagi yang belum menikah bisa menjadi motivasi jangan sampai salah memilih pasangan, serta menentukan visi dan misi yang baik sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah.*