Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wapres Jusuf Kalla; Masalah Keumatan Dan Kebangsaan Itu Tak Bisa Dipisahkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Juni 2015 15:54 3:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Juni 2015 15:47
Bagikan
Wapres M Jusuf Kalla dalam sambutannya Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia Ke-5 di Pesantren At-Tauhiddiyah Cikura, Bojong, Tegal
Bagikan

Hidayatullah.com– Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Se-Indonesia Ke-5 dengan tema “Ulama Menjawab Problematika Umat Dan Kebangsaan” di Pesantren At-Tauhiddiyah Cikura, Bojong, Tegal, Jawa Tengah resmi telah dibuka Wakil Presiden Muhammad Yusuf Kalla, Senin (08/06/2015).

Dalam sambutannya Kalla mengatakan bahwa pada dasarnya apabila berbicara keumatan dan kebangsaan maka keduanya tidak bisa dipisahkan sebab penduduk Indonesia 88 persen itu adalah beragama Islam.

“Tentu kalau kita bicara umat maka masalah kebangsaan juga masalah umat juga, dua hal itu tidak bisa kita pisahkan,” tegas Kalla dalam sambutannya pada acara pembukaan Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia Ke-5 di Pesantren At-Tauhiddiyah Cikura, Bojong, Tegal, Jawa Tengah, Senin (08/06/2015).

Namun juga, lanjut Kalla, jika bicara tentang keumatan tentu artinya jauh lebih luas daripada masalah kebangsaan saja. Jika bicara umat tentu tidak hanya umat Islam di Indonesia saja tetapi tegasnya, juga bagi umat yang lebih luas yaitu umat Islam dunia.

Ia mengaku sedih melihat kondisi umat Islam di dunia, jutaan umat mengungsi. Kalla mencontohkan peristiwa menyedihkan terkait muslim Rohingya Myanmar yang dengan perahu kecil terdampar di Indonesia karena diusir oleh pemerintah. Saat itu, ia menegaskan supaya mau menerima pengungsi Muslim Rohingya karena Indonesia memegang asas pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kalau kita tidak mau menerima orang yang susah begitu berarti kita tidak mengamalkan sila kedua dari Pancasila. Itu masalah kebangsaan dan keumatannya. Dan itulah yang akhirnya negara kita dihargai negara lainnya,” tegas Kalla.

Hal itu terjadi, karena menurut Kalla, pemerintah tidak mau melindungi umat atau bangsanya. Dan artinya masalah keumatan dengan kebangsaan adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan.

“Kita wajib bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebab dari semua negara-negara Islam yang besar di dunia, Indonesia lah negara yang paling damai dibanding dengan negara-negara Islam lainnya. InsyaAllah kalau kita bersyukur maka akan diberikan yang jauh lebih baik lagi,” pungkas Kalla.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ijtima’ Komisi Fatwa MUI Se-IndonesiaIjtima’ UlamaislamKeumatanM Jusuf KallaMUIWapres Jusuf Kalla
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemuja Teori Konspirasi Ramalkan Kiamat Bulan September Tahun Ini
Tulisan selanjutnya Saudi Perintahkan Masjid Matikan Pengeras Suara Luar Saat Shalat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?