Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Empat Hal Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Juni 2015 11:02 11:02 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 Juni 2015 11:02
Bagikan
Tadarus di Bulan Ramadhan (ilustrasi)
Bagikan

Hidayatullah.com– Persiapan yang harus dilakukan oleh seorang muslim menjelang bulan Ramadhan di antaranya seperti persiapan intelektual, mental, spiritual dan fisik.

Demikian pernyataan disampaikan Pendiri Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center, Ustad Bachtiar Nasir usai acara launching program spesial Ramadhan AQL Islamic Center 1436 Hijriyah di Sekretariat AQL Islamic Center Jalan Tebet Utara, Jakarta, Jum’at (12/06/2015).

Bachtiar mengatakan persiapan intelektual di sini maksudnya adalah jangan sampai seorang muslim berpuasa tetapi tidak mengerti ilmunya.

“Jangan sampai kita sahur tetapi tidak mengerti ilmunya, jangan sampai lailatul qodar tetapi tidak mengerti ilmunya, jangan sampai i’tikaf tetapi tidak mengerti ilmunya dan seterusnya. Persiapan intelektual seperti ini wajib karena prinsipnya al-Ilmu qoblal amal (berilmu sebelum beramal),” ujar Bachtiar yang juga Sekretaris Jenderal Majelis Inelektual dan Ulama Muda Indonesia.

Menurut Bachtiar yang paling dibutuhkan saat bulan Ramadhan adalah persiapan mental. Sebab, syaitan tidak akan membiarkan seorang muslim menjadi pribadi yang baik manakala telah bertaubat di bulan Ramadhan. Sementara itu, di luar bulan Ramadhan syaitan berupaya membentuk kebiasaan yang buruk dalam diri seorang muslim.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Nah, mana mungkin syaitan akan rela setelah seorang muslim bertaubat di bulan Ramadhan terus menjadi pribadi yang baik,” cetus Bachtiar.

Karena itu Bachtiar menegaskan kalau seorang muslim tidak melawan mental-mental jahiliyah syahwatiyah sejak sebelum Ramadhan tiba maka kemungkinan besar di bulan Ramadhan kebiasaan-kebiasaan buruk akan tetap melekat dalam diri seorang muslim.

“Kita tetap menjadi tukang tidur, lalai membaca al-qur’an, masih malas qiyamul lail, takut bersedekah dan sebagainya. Jadi mental juang itu sudah harus dipersiapkan sejak sebelum ramadhan datang. Sebagaimana seperti persiapan mental umat Islam menghadapi perang Badar maupun Fahthul Makkah di bulan Ramadhan,” ujar Bachtiar.

Untuk persiapan spiritual, Bachtiar menyebutnya sebagai persiapan imaniyah atau ruhiyah yang tidak boleh dilupakan karena paling penting dari semua persiapan lainnya.

“Misalnya, mempersiakan diri untuk bisa menahan nafsu dari setiap yang membatalkan puasa dari terbit hingga terbenamnya matahari, berdzikir sebanyak-banyaknya waktu pagi dan petang, tilawah qur’an di pertengahan siang dan malam, murojaah hafalan qur’an sambil mengurangi kesibukan-kesibukan yang mengurangi spiritualitas keimanan dan seterusnya. Semua itu butuh konsentrasi spiritual yang harus benar-benar dipersiapkan,” jelas Bachtiar.

Bachtiar menambahkan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah riwayat, “Beruntunglah mereka yang sudah siap ruhiyahnya di bulan Sya’ban karena mereka akan beruntung ketika bulan Ramadhan”.

Dan yang tidak kalah pentingnya, lanjut Bachtiar, adalah persiapan fisik seperti pola tidur, pola makan, maupun menjaga kondisi tubuh dengan berolahraga. Jadi, ritmenya itu harus menyesuaikan waktu yang sudah Allah atur dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Misalnya saat berbuka dalam sebuah riwayah dikatakan ‘Berbukalah dengan tamr kalau tidak ada maka berbukalah dengan seteguk air’. Nah, berbuka puasa itu target utamanya bukan mengenyangkan perut tetapi tohur (bersih) yaitu membersihkan tenggorokan dan pencernaan. Ini tadabur hadistnya. Jadi kalau pola makanan bermula dari tohur pasti kalau nggak tamr yah seteguk air, karena itu tohurnya dulu yang paling penting tidak seperti sekarang yang kebanyakan mengutamakan nutrisi dulu,” papar Bachtiar.

Sementara itu, imbuh Bachtiar, untuk pola tidurnya jika kembali kepada surat al-Muzamil ayat 20, harusnya seorang muslim itu bangun dua pertiga malam, paling lambat setengah malam dan jika sudah sangat mepet-mepetnya sepertiga malam untuk qiyamul lail.

“Selain itu, jika dikembalikan pada surat al-Muzamil itu, bagaimana pun kondisi kita, baik sedang sakit, berbisnis, mudik lebaran, atau bahkan sedang dalam berperang sekalipun, maka kita harus membaca dan muroja’ah hafalan al-Qur’an minimal surat-surat yang sudah kita hafal,” pungkas Bachtiar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baca Al-Quranmuroja'ahPuasaQiyamul LailRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kambing Sekarang Makan Mi Instan
Tulisan selanjutnya Penyelidikan Kasus Pencabulan Anak di Australia Merambah Sektor Entertainment

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?