Hidayatullah.com- Direktur Eksekutif Insitute for The Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) Adnin Armas mengatakan moralitas bukan saja dibangun di atas wacana filosofis spekulatif. Karena itu tak ada benang merah dalam konsep teologis.
Pernyataan itu Adnin sampaikan untuk menanggapi sebuah gagasan terkait “Benang Merah Agama Samawi” yakni; Yahudi, Kristen dan Islam. Dimana ketiganya dinilai seolah memiliki akar yang sama dari Nabi Ibrahim Alaihissalam, meski di tengah perjalanannya Yahudi dan Kristen mengalami pergeseran atau penyimpangan.
Kendati demikian, disebutkan bahwa ketiga agama tersebut dipertemukan dengan moralitas dan nilai-nilai kebajikan yang bersifat universal.
“Pergeseran-pergeseran yang terjadi kepada teologi Yahudi dan Kristen itu justru membawa dampak kepada konsep moralitas,” demikian Adnin dalam pernyataanya kepada hidayatullah.com, Senin (15/06/2015).
Menurut Adnin tentu ada persamaan-persamaan moralitas namun ada juga keragaman-keragaman dari konsep moralitas.
“Keragaman moralitas muncul sebagai akibat dari keragaman teologis itu. Dan tidak ada konsep benang merah dalam teologis,” tegas Adnin.
Masih menurut Adnin, menyatukan keragaman dan bahkan pertentangan teologis seperit itu adalah sebuah ilusi.
“Banyak catatan yang perlu diberikan kepada gagasan itu,” cetus Adnin.
Yahudi dan Kristen menurut Adnin adalah agama budaya. Sedangkan Islam menurutnya adalah agama wahyu.
“Yahudi maupun agama Kristen telah menyimpang dari ajaran Nabi Musa dan Nabi Isa alaihissalam. Sebagai contoh penyimpangan agama Kristen yaitu telah menganggap Yesus sebagai Tuhan, percaya jika Yesus mati disalib, serta penyimpangan-penyimpangan lainnya di dalam Bibel, itu sudah jelas ditegaskan dalam al-Qur’an,” pungkas Adnin.*