Hidayatullah.com- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini menyarankan untuk menanyakan kepada ulama terkait masalah Syiah.
Pernyataan ini muncul setelah beberapa wartawan menanyakan Helmy seputas bahasan Musyawarah Nasional (Munas) ke IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Surabaya yang salah satu pembahasannya terkait aliran Syiah.
“Tanya para ulama yah,” ujar Helmy Faisal Zaini acara Halaqah Kebangsaan bertema “Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat” di Aula Gedung PBNU Pusat Lt 8 Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Rabu (26/08/2015).
“Artinya kalau buat kami, NU ini Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang sudah bersepakat dengan 4 mahdzab, silahkan memilih di antara Mahdzab Imam Syafi’i, Maliki, Hanafi maupun Hambali,” imbuh Helmy.
Sebab, menurut Helmy, di antara keempat mahdzab itu ada kelenturan. Misalnya dalam pelaksaan thawaf, katanya, jika menganut Madzhab Syafi’i akan sulit, karena pasti nanti akan bersentuhan dengan bukan muhrim.
“Kalau Mahdzab Syafi’i kan wudhu lagi jika bersentuhan begitu. Yah, saling menghormati saja,” ujar Helmy.
Helmy mengatakan bahwa agama itu fungsinya adalah kemanusiaan tidak bersifat dikotomis dan saling mempertentangkan.
“Itu sudah keluar dari agama itu sendiri. Jadi harus terus ada dialog supaya saling menghormati antar umat beragama dengan yang lain. Dan saya kira itu akan terus menjadi PR setiap hari,” pungkas Helmy.*