Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Empat Pendekatan Sains Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Januari 2016 14:51 2:51 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Januari 2016 14:51
Bagikan
peserta Seri Kuliah “Islamic Science” yang digelar Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) di kampus Universitas Indonesia (UI)
Bagikan

Hidayatullah.com–Langit mendung dan padatnya lalu lintas di wilayah Depok tidak menurunkan semangat para peserta Seri Kuliah “Islamic Science” yang digelar Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) di kampus Universitas Indonesia (UI), Selasa (12/01/2016).

Sejak pukul 7 WIB,  satu per satu perserta mulai berdatangan dari berbagai penjuru ibukota dan sekitarnya.

Para peserta datang dari Bandung, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, bahkan Surabaya. Selain mahasiswa, beberapa dari mereka memperkenalkan diri sebagai utusan dari perguruan tinggi (Universitas Muhammadiyah dan UNISSULA) dan lembaga penelitian pemerintah (LIPI dan Balitbang Kemenag) maupun swasta, seperti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS).

Acara diawali dengan ucapan selamat datang dan terima kasih oleh Direktur Eksekutif INSISTS, Dr Syamsuddin Arif.

Dalam kata pengantarnya, Syamsuddin, demikian akrab disapa, menjelaskan secara singkat pengertian ‘Islamic science’. Menurutnya, ada empat pendekatan terhadap sains Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pertama, pendekatan ‘apologetis’, seperti kita dapati dalam buku-buku yang ditulis oleh almarhum Maurice Bucaille dan Harun Yahya, dimana teori-teori sains atau penemuan-penemuan ilmiah dicocokkan dengan ayat-ayat al-Qur’an atau hadis yang diyakini mengantisipasinya.

Kedua, pendekatan ‘filosofis’, dimana pembahasan sains Islam itu difokuskan pada landasan epistemologisnya, kerangka berfikir saintisnya, alias worldview-nya yang memang berbeda dengan paradigm sains modern. Ini pendekatan yang dilakukan oleh Hossein Nasr, Naquib al-Attas, dan Alparslan Acikgenc dalam buku-buku mereka.

Ketiga, pendekatan ‘historis’ yang menitikberatkan pengungkapan fakta dan data tertulis. Inilah pendekat para sarjana Barat seperti David A. King, George Saliba, dan Paul Lettinck –untuk menyebut beberapa nama saja. Pendekatan ini memerlukan ketekunan dan keseriusan, karena yang dikaji adalah karya-karya saintis Muslim dalam berbagai bidang yang masih berbentuk manuskrip berbahasa Arab ‘gundul’ (tanpa tanda baca). Maka hasil kajian mereka berisi banyak simbol, diagram atau grafik-grafik dan angka-angka seperti lazimnya buku-buku sains.

Adapun yang keempat adalah pendekatan ‘praktis’. Menurut eksponen pendekatan ini, sains Islam itu tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik hidup keseharian. Sains Islam itu mengajarkan kita hidup sesuai dengan nilai-nilai Islam. Kalau berupa ilmu alam atau natural science, maka bagaimana kita mengembangkan sains yang tidak merusak alam, yang ramah lingkungan, yang menghormati lagi memelihara keanekaragaman hayati. Ini pendekatan yang dikedepankan oleh Adi Setia dan Nadia Lawton, penganjur permaculture dari Australia.

Dr Syamsuddin Arif berharap para peserta dapat mengikuti seri kuliah ini empat hari (tanggal 12, 13, 19 dan 20 Januari 2016) ini sampai tuntas.

“Seumpama orang yang disarankan oleh dokter untuk meminum antibiotik sampai habis agar terasa hasilnya insyaAllah,” ujarnya.

Tampil sebagai moderator dalam kuliah tersebut Dr Nirwan Syafrin Manurung, Wakil Rektor UIKA Bogor.

Dalam kesimpulannya, Nirwan menggarisbawahi fakta historis bahwa peradaban Islam itu merangkul dan menghargai orang-orang berilmu dari manapun asalnya, walaupun berbeda budaya, bahasa, ataupun agamanya.

“Masyarakat Islam itu beragam, terbuka, dan toleran,” jelasnya.

Setelah istirahat makan siang dan shalat dzuhur para peserta kembali ke ruang Budi Harsono FH UI itu untuk mendengarkan kuliah lanjutan yang disampaikan oleh Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, Wakil Rektor UNIDA Gontor, yang juga merupakan salah satu pendiri INSISTS.

Menurut Hamid, sains Islam itu hanya bisa terwujud jika worldview saintisnya sudah islami. Hal ini ditegaskan juga oleh moderator, Dr Budi Handrianto, yang menepis anggapan keliru bahwa sains itu netral. Yang benar adalah setiap sains dari mulai metode dan teori hingga produk-produknya itu sarat nilai.

“Contohnya pisau, sengaja dibuat untuk memotong sayur, buah, kue dan sebagainya, sementara samurai memang dibuat untuk tujuan membunuh. Jadi setiap produk sains atau teknologi itu pasti mengandung nilai-nilai yang dianut oleh perancang dan pembuatnya”, kata Handrianto menutup sesi tanya jawab dengan peserta.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:INSISTSIslamic Scienceislamic worldviewnetralsains
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawan Timur Tengah Kritik Reaksi Iran terkait Eksekusi Al Nimr
Tulisan selanjutnya Datangi Kemenag Kota Bandung, Warga Karasak Pertanyakan Keluarnya Ijin Gereja Rehoboth

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?