Hidayatullah.com– Fenomena alam berupa hujan es terjadi di kawasan utara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, 15 Rabiuts Tsani 1437 (25/01/2016) sore. Tepatnya di sekitar Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.
Pada waktu bersamaan, sekitar pukul 14.30 WIB, di Kecamatan Ngaglik, hujan deras mengguyur disertai angin kencang dan awan pekat.
Pengamatan hidayatullah.com, warga sekitar Dusun Balong, Desa Donoharjo sedikit kaget dan panik. Arus lalu lintas di Jl Palagan Tentara Pelajar agak macet. Apalagi berbarengan dengan jam kepulangan anak sekolah.
Para pengendara terlihat buru-buru ingin segera sampai ke rumah masing-masing. Tampak dedaunan beterbangan. Sementara pintu rumah-rumah warga tertutup rapat.
Sebentar kemudian, masih di Sleman, terdengar kabar adanya pohon tumbang. Rumah salah seorang warga Dusun Bulus, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, pun rusak tertimpa pohon.
Penghuni rumah itu, Muhammad Arifin, menginfokannya kepada hidayatullah.com via WhatsApp.
“Alhamdulillah, ‘ala kulli hal (atas segala sesuatu). Atap rumah jebol ketimpa pohon gayam,” ujar Arifin yang juga guru SDIT Hidayatullah.
Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan bahwa ia bersyukur cuma atap rumahnya yang rusak. “Asbesnya pada pecah,” ujarnya.
Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY menilai hujan es di kawasan utara provinsi itu masih normal.
“Penyebab hujan es karena adanya awan Cumulonimbus (CB). Kita mendeteksi di (Yogyakarta) utara ada gugusan awan CB menyebabkan hujan es,” kata Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Joko Budiono, kepada wartawan dikutip okezone.com.
Ia mengungkap, awan CB biasanya juga disertai petir dan angin kencang. Diprediksi, mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari akan jadi puncak musim hujan. Hal ini ditandai dengan intensitas hujan yang besar dengan curah yang lebih banyak.
Joko mengimbau kepada masyarakat Yogyakarta untuk mewaspadai hujan lebat dan angin kencang, utamanya masyarakat yang dekat dengan pohon tinggi.* Subliyanto, Yogyakarta