Hidayatullah.com– Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen terbesar halal dunia yang mencapai 10 persen, melainkan menjadi produsen halal di dunia.
“Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, kita melakukan upaya untuk berusaha menjadikan Indonesia sebagai produsen halal dunia di tahun 2024,” kata Wapres saat membuka kegiatan Kongres Halal Internasional (KHI) MUI 2022, di Bangka Belitung, Selasa (14/06/2022).
Beberapa waktu lalu, kata Wapres, Komite tersebut telah melakukan satu langkah baru yaitu: bergerak lebih cepat untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Menurutnya, percepatan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia harus terus dilakukan, bahkan tidak hanya di tingkat pusat, malainkan daerah.
Untuk itu, Kiai Maruf menyampaikan akan membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah.
“Komite daerahnya juga harus segera dibentuk. Dan hari ini saya menghadiri kongres halal ini untuk mempercepat, dan ucapkan terima kasih atas nama pemerintah atas upaya yang dilakukan oleh MUI,” kata Kiai Maruf.
Dalam rilisnya, Rabu (15/06/2022) MUI memaparkan, ekonomi dan keuangan syariah global terus mengalami tren yang semakin berkembang. Antara lain didorong oleh laju pertumbuhan Muslim dunia yang meningkat dan diiringi oleh pola pikir konsumen yang ingin mengonsumsi sesuai syarat agama, etika, berkualitas tinggi, dan aman.
Kebutuhan dengan atribut halal tersebut tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, namun juga umat non-Muslim dan negara yang mayoritas bukan Muslim. Hal ini menjadikan produk halal dan ekonomi syariah bersifat iknklusif, tidak diperuntukkan hanya pemeluk agama Islam, tetapi dibutuhkan beragam kalangan.*