Hidayatullah.com- Direktur Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) Amin Djamaluddin meminta umat Islam untuk bersikap tegas, jika pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum tidak segara bertindak tegas kepada Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), terlebih Ketua Umumnya Mahful M. Tumanurung.
“Apalagi, setelah Mahful menyatakan bahwa Gafatar bukan Islam lagi. Itu sangat-sangat berbahaya sekali,” tegas Amin saat ditemui hidayatullah.com di kantor LPPI Jakarta, Rabu (27/01/2016) kemarin.
Amin mengatakan bahwa dirinya mengira, Gafatar ini hanya mengajarkan kesesatan-kesesatan. Tapi, ia mengaku kaget dan geram setelah mendengar pernyataan Mahful tersebut (Gafatar sekarang bukan Islam) sebab bisa membuat pengikutnya menjadi murtad (keluar dari Islam,red).
Seperti diketahui, Mahful telah mengeluarkan pernyataan bahwa Gafatar bukanlah termasuk bagian dalam Islam. Pernyataan tersebut ia sampaikan di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta baru baru ini.
“Gafatar ini masalah serius yang sedang dihadapi umat Islam saat ini. Jika, penyesatan itu masih dalam domain Islam. Tapi, pernyataan Mahful ini justru mengajak pengikutnya untuk murtad. Ini pemurtadan terselebung secara sistematis,” ujar Amin memberikan imbauan kepada umat Islam. [baca: Gafatar Mengaku Keluar dari Islam, MUI Menduga itu Modus]
“Saya selama ini nggak tahu kalau pemurtadan, sebab selama ini yang saya tahu hanya penyesatan ajaran. Ini nggak boleh dibiarkan, kalau pemerintah nggak tegas, umat Islam yang harus tegas,” imbuh Amin.
Amin berharap pihak aparat penegak hukum segera menangkap Mahful M Tumanurung dan menjatuhi vonis hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku. [Baca: LPPI Adukan Penulis ‘Teologi Abraham’ Atas Kasus Penodaan Agama]
“Dengan pernyataan tersebut, justru dia (Mahful) semakin parah… Kalau pihak aparat nggak segera menangkap Mahful maka kita yang akan bersikap tegas,” tutup Amin.*