Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ingin Membangun Bangsa, Komunitas PENA Santri Terbentuk

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Februari 2016 08:42 8:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Februari 2016 07:55
Bagikan
Silaturahim perdana PENA, berlangsung sederhana di Kebun Raya Bogor.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah komunitas para santri yang gemar menulis terbentuk beberapa waktu lalu. Komunitas ini menamakan diri PENA, mengambil filosofi pena sebagai simbol dan alat tulis-menulis.

PENA dibentuk untuk turut menghidupkan budaya menulis khususnya di kalangan pesantren, sekaligus mendukung eksistensi berbagai komunitas penulis di negeri ini.

Anggota PENA terdapat di berbagai daerah se-Indonesia. Gerakan yang berawal dari media sosial ini mengukuhkan komunitasnya khusus Jabodetabek pada Ahad, 21 Rabiuts Tsani 1437 (31/01/2016).

Bertempat di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, pengukuhan itu berlangsung sederhana. Dirangkai dalam acara silaturahim perdana PENA se-Jabodetabek 2016, dengan tema “Merajut Ukhuwah, Menulis untuk Dakwah”.

Ketua PENA Jabodetabek, Masykur Abu Jaulah, menyampaikan bahwa menulis adalah sesuatu yang harus dimulai, dimana hasilnya bergantung pada prosesnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dan dari proses itu penulis akan terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya dalam acara yang disponsori Baitul Maal Hidayatullah (BMH) DKI Jakarta itu.

Abu Jaulah menyatakan, anggota komunitas PENA yang meski sebagian masih pemula, sudah harus berproses dalam pekerjaan besar di dunia tulis-menulis.

“Dalam menulis butuh pengulangan serta latihan yang terus menerus dengan tujuan jelas, dan kita sudah memulainya,” cetusnya.

Bersyukur dengan Menulis

Dikatakan, rasa syukur bagi orang beriman itu lebih dari sekadar ucapan. Tetapi butuh sesuatu yang nyata, yaitu amal terbaik (ahsanu amala). Demikian seperti yang dijelaskan dalam al-Qur’an surat Saba ayat 13.

“Bekerjalah karena itu bentuk sebuah kesyukuran yang nyata,” kata Abu Jaulah yang juga redaktur sebuah majalah dakwah nasional.

Ia menegaskan bahwa terbukti Kota Madinah bisa dibangun bahkan mampu mempengaruhi dunia kurang lebih sekitar 11 tahun. Sebab, waktu itu para Sahabat Nabi telah digerakkan oleh paradigma yang sama, yakni bagaimana mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baik mungkin.

Selaku Wakil Ketua, Imam Nawawi, menegaskan anggotanya akan terus tumbuh dan berproses. Sebagaimana pohon yang awalnya dari benih kecil, namun karena terus berproses tumbuh dan berkembang, maka menjadi besar serta kokoh.

“Kita harus memastikan pertumbuhan anggota PENA ini supaya selalu benar, lurus, dan tidak melenceng dari hukum Tuhan,” ujar Pimpinan Redaksi majalah Mulia ini mengimbau.

Sebab, dikatakan Imam, penyakit yang sering menjangkiti para penulis adalah ketidakistiqomahan untuk selalu berproses dan berkembang dengan tetap menulis.

Sedangkan sang Sekretaris, Muhammad  Abdus, dalam sambutannya menuturkan, PENA merupakan wadah bagi para penulis untuk sama-sama belajar berorganisasi. Yaitu guna melahirkan karya-karya tulisan.

Adapun tujuan lain dibentuknya PENA, ia katakan, pertama, agar bagaimana sesama santri penulis bisa merajut silaturahim.

Kedua, memperkuat visi-misi, sinergi, seta kekuatan emosional di antara mereka, guna meningkatkan kemampuan dalam menulis.

“Ketiga, yakni memberikan sumbangsih (lewat tulisan) terutama untuk agama, bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.

Komunitas tersebut untuk saat ini bergerak secara mandiri. Khusus di Jabodetabek, anggotanya ada pula dari sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Ibn Khaldun Bogor, LIPIA Jakarta, dan STAI Publisistik Thawalib, Kwitang, Jakarta Pusat.

Yang berminat berdakwah di dunia tulis-menulis, bisa hubungi redaksi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dakwah Mediakarya tulisPenulis Hidayatullahpesantrensantritradisi menulis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Namanya Juga Usaha…
Tulisan selanjutnya Lembaga Pangan Nasional DPR Minta Bulog Tidak Membeli Jagung dari Importir Ilegal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?