Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Makmurkan Masjid, Pernah Dicurigai Pencuri Kotak Infaq

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Februari 2016 10:12 10:12 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Februari 2016 10:11
Bagikan
Komunitas Love Masjid tidak membuat proposal. Namun ada saja rezeki berupa infaq dan sedekah
Bagikan

Hidayatullah.com – Tugas membersihkan masjid biasanya hanya menjadi tanggungjawab takmir, tetapi tidak bagi sekumpulan anggota komunitas Love Masjid. Berdiri sejak 2013 lalu, komunitas yang berdomisili di Jogjakarta ini setiap harinya mendatangi masjid untuk mereka bersihkan.

“Love masjid adalah sebuah gerakan pemerhati masjid, fokus kami ada 2, bersih-bersih masjid dan menyuplai konsumsi untuk masjid yang menyelenggarakan kajian Islami,” tutur Bejo Kahono, salah satu komandan komunitas Love Masjid saat dihubungi hidayatullah.com beberapa waktu lalu.

Menurut Bejo, gerakan ini bukan sekedar membersihkan masjid, tetapi juga menyampaikan pesan, khususnya kepada para takmir, untuk lebih totalitas dalam memberikan kenyamanan bagi jama’ah guna meningkatkan kemakmuran masjid.

“Yang kami temukan kebanyakan hanya membersihkan lantai dan karpet, tapi atap, kaca, ventilasi, dan banyak bagian lain masih kotor,” ungkapnya.

Love Masjid sendiri, jelas Bejo, berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan masjid secara totalitas. Tidak hanya bagian-bagian atau wilayah yang jarang disentuh, tetapi sampai produk dan alat kebersihan yang digunakan adalah dengan kualitas standar hotel berbintang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Semua perlengkapan dan cairan yang kita gunakan kami beli di mall khusus peralatan kebersihan, tentunya memang dengan harga yang tidak murah. Namun ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap kebersihan masjid,” jelas mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jogja ini.

Pasukan Tadabur

Selain membersihkan masjid, komunitas Love Masjid juga memiliki program bernama Pasukan Tadabur, singkatan dari tangi-tangi dahar bubur, tangi-tangi dahar bukhori telur (artinya bangun tidur sarapan bubur dan nasi bukhori). Yaitu menyediakan konsumsi berupa bubur ataupun nasi bukhori telur untuk masjid yang menyelenggarakan kajian setiap hari Ahad.

“Kami menyediakan 50 sampai 100 porsi untuk setiap kali kajian, dan itu gratis. Kalaupun misalnya jumlahnya lebih dari itu, bisa membeli di kami untuk sisanya,” tutur Bejo.

Namun begitu, Bejo mengatakan, Pasukan Tadabur juga menyediakan konsumsi bagi masjid yang menyelenggarakan kajian di hari-hari biasa, hanya saja berupa snack atau makanan ringan.

Menurut pria yang juga pernah menjadi marbot masjid ini, sudah ratusan masjid di Jogjakarta yang didatangi komunitas Love Masjid untuk dibersihkan dan disuplai konsumsi.

Terkait sumber dana, Bejo menjelaskan bahwa komunitas Love Masjid tidak membuat proposal atau semacamnya. Namun ada saja rezeki berupa infaq dan sedekah yang datang untuk digunakan sebagai biaya operasional.

“Biasanya ada dari jama’ah ustadz kami yang setelah mengetahui komunitas Love Masjid kemudian tertarik untuk ikut membantu program-program kami,” terangnya.

“Meski kita tidak ada fundrising, kita yakin sama Allah, ketika kita mau membantu sesama, kami yakin Allah akan menolong kita. Keyakinan itulah yang kami bawa,” tambah Bejo.

Dicurigai Mencuri Kotak Infaq

Bejo menceritakan, ketika gerakan Love Masjid ini belum terlalu dirasa manfaatnya dan belum banyak dikenal masyarakat luas, Ia bersama teman-temannya sering dicurigai ingin mencuri kotak infaq berkedok membersihkan masjid.

“Kita pernah mengalami masa dimana berangkat itu masih naik motor (sekarang sudah ada mobil operasional yang juga sebagai identitas, red) sambil membawa perlengkapan dan lain sebagainya. Sehingga banyak warga sekitar masjid yang curiga terhadap kita, padahal kita benar-benar ingin membantu membersihkan masjid,” ujarnya mengenang.

Kini, komunitas yang beranggotakan 30 relawan tersebut, justru banyak dicari pengurus masjid untuk membersihkan masjid dan menyuplai konsumsi.

“Sekarang takmir yang membutuhkan kami, jadi sekarang harus menghubungi kami terlebih dahulu, baru kita akan kesana. Sekaligus mengatasi adanya prasangka buruk dari masyarakat sekitar kalau kita langsung datang kesana,” ungkapnya.

Bejo menyatakan melalui gerakan ini, komunitas Love Masjid juga ingin menyampaikan kepada pengurus masjid untuk lebih “berani” mengeluarkan budget besar demi kebersihan masjid secara maksimal, serta mengundang jamaah termasuk dengan menjamu konsumsi yang “mewah” sebagai salah satu strateginya.

“Eman (sayang) kalau masjid sudah bagus, dibagusi lagi, kasnya hanya untuk pembangunan saja. Lebih baik dialokasikan untuk program yang bertujuan untuk memakmurkan masjid” tutupnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:konsumsilove masjidmasjid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengkaji ‘Reinterpretasi’ Quran Soal Homoseksual
Tulisan selanjutnya Kota Pertama di Amerika yang Mayoritas Anggota Dewan Beragama Islam [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?