Hidayatullah.com– Sebanyak 103 peserta dari 18 negara di kawasan Asia Pasifik mengikuti Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits (MHQH) Internasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Al-Saud ke-7.
Berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin-Kamis (18-21/04/2016), kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Kedubes Arab Saudi bekerjasama dengan Kementerian Agama RI.
Pesertanya berasal dari Thailand, Myanmar, Filipina, Singapura, Malaysia, Selandia Baru, Kamboja, dan Australia. Juga berasal dari Kazakstan, Timor Leste, Hongkong, Brunei, Kirgistan, China, Jepang, Bosnia, Rusia, dan Indonesia selaku tuan rumah.
“Dari 25 negara yang diundang, Alhamdulillah 18 bisa ikut. Jumlahnya juga meningkat dari tahun sebelumnya,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Dr Soabah Syamsi, kepada hidayatullah.com di sela-sela lomba, Rabu (20/04/2016).
Ia menjelaskan, ada 5 cabang perlombaan yang dikompetisikan pada MHQH kali ini. Yakni, kategori 10 juz, 15 juz, 20 juz, 30 juz serta hafalan 500 hadits.
“Nantinya, pemenang 1, 2, dan 3 di setiap cabang akan mendapatkan hadiah berupa uang dan ibadah haji atas undangan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi,” jelasnya.
Adapun tujuan dari MHQH, terangnya, untuk menggairahkan masyarakat Muslim Indonesia dan negara peserta agar lebih mencintai al-Qur’an. Terutama di kalangan muda, mengingat persyaratan usia peserta mulai 13-30 tahun.
“Apalagi kita lihat banyak anak muda sekarang yang terpengaruh budaya tidak baik bahkan hura-hura. Sementara di sini kita saksikan anak-anak muda menghafalkan al-Qur’an,” paparnya.
Soabah juga berharap, hal itu menjadi inspirasi pemuda lainnya untuk mendalami agama Islam yang lurus dan benar.
“Terlebih sumber utama ajaran Islam adalah dari al-Qur’an dan Hadits,” pungkasnya.
MHQH ini akan ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Kamis (21/04/2016). Sekaligus pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah yang akan dihadiri oleh tamu undangan dari Kedubes Arab Saudi.*