Hidayatullah.com– Selama ini, Abu Bakar Baasyir kerap dituduh telah mengajarkan kekerasan kepada orang-orang di sekitarnya. Sang putra, Abdurrahim Baasyir, menegaskan bahwa hal itu tidak benar.
“Saya sebagai orang yang mendapatkan pengajaran beliau sejak kecil. Dan sama sekali kami tidak pernah mendapatkan doktrin atau ajaran apapun terkait dengan kekerasan di negeri-negeri damai,” ujarnya kepada hidayatullah.com dan para wartawan di Jakarta, belum lama ini.
“Tidak tidak, sama sekali tidak pernah diajarkan,” lanjutnya penuh penegasan di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jl Kramat Raya No. 164, Jakarta. [Baca: Luruskan Pernyataan Said Aqil, Dua Putra Abu Bakar Baasyir Sambangi PBNU]
Bahkan, kata Iim, sapaannya, Abu Bakar Baasyir memiliki pandangan sangat tidak setuju dengan kekerasan maupun pemboman di negeri damai seperti Indonesia.
“Indonesia adalah negeri yang seharusnya digarap dengan dakwah, diajarkan kepada masyarakat Muslimnya untuk kembali kepada nilai syariat Islam yang benar. Dan diajak untuk mengamalkan dalam kesehariannya.
Itu adalah proses yang benar dalam untuk upaya menegakkan Islam. Dan syariat Islam mengajak masyarakatnya untuk berislam. Itu pandangan beliau,” papar Iim.
Lain halnya, menurut dia, jika di negara-negara yang sedang berperang. Dimana di situ terjadi saling bunuh-membunuh antara pihak-pihak yang bertikai.
“Kalau di negeri perang maka yang terjadi adalah perlawanan dan fiqih jihad yang kita diajarkan dalam syariat Islam,” ujarnya didampingi Wakil Sekjen Ishfah Abidal Aziz.
Iim datang ke PBNU bersama saudaranya, Rasyid Ridho Baasyir, untuk meminta klarifikasi akan pernyataan Said Aqil Siroj. Ketua Umum PBNU ini diberitakan telah menyebut Baasyir mendoktrin anak-anaknya untuk melakukan bom bunuh diri.
Iim mengatakan, pernyataan itu jelas tidak berdasar. Sejak kapan, kata dia, Abu Bakar Baasyir pernah melakukan perintah kepada siapa pun untuk melakukan bom bunuh diri. “Sama sekali tidak benar,” tegasnya (28/04/2016).*