Hidayatullah.com– Dua putra Abu Bakar Baasyir, Abdurrahim Baasyir dan Rasyid Ridho Baasyir, menyambangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl Kramat Raya No. 164, Jakarta, Kamis (28/04/2016) siang, 20 Rajab 1437.
Mereka bermaksud meluruskan pernyataan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, yang diberitakan telah menyebut Baasyir mendoktrin anak-anaknya untuk melakukan bom bunuh diri. Keduanya diterima oleh tiga orang pengurus pusat PBNU, yaitu Wakil Sekjen Ishfah Abidal Aziz serta dua Ketua Bidang Abdul Manan Ghani dan Eman Suryaman.
Abdurrahim mengatakan, atas nama keluarga Baasyir, pihaknya ingin meminta penjelasan jika memang pernyataan Said Aqil itu sesuai fakta.
“Faktanya bagaimana dan dari mana, mungkin beliau (Said Aqil) pernah tahu (bahwa) Ustadz Abu Bakar Baasyir itu mungkin pernah mengucapkan demikian, maka kami ingin meluruskan,” ujarnya pada pertemuan di Ruang Syuriyah lantai 4 yang dalam pantauan hidayatullah.com berlangsung singkat dan santai itu.
Ia mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sekiranya pernyataan Said Aqil itu tak sesuai fakta. Sebab hal itu bisa mengganggu proses peninjauan kembali (PK) Abu Bakar Baasyir di pengadilan.
Pernyataan itu, kata dia, sangat merugikan dan memberatkan keluarga Baasyir. “Kami mohon kalau bisa supaya beliau (Said Aqil) bisa mencabut statement seperti itu,” pintanya.
Said Aqil Tidak Ada
Abdurrahim mengatakan, sebenarnya pihaknya ingin bertemu langsung Said Aqil. Namun yang hendak ditemui sedang tidak berada di Kantor PBNU. Ia pun berharap maksud kedatangan mereka disampaikan ke Said Aqil.
“Kami tunggu konfirmasinya,” kata dia, seraya berjanji, jika dalam beberapa waktu ke depan tak ada klarifikasi dari Said Aqil, akan kembali menyambangi Kantor PBNU.
Menanggapi itu, pengurus PBNU berjanji akan menyampaikannya kepada yang bersangkutan. “Nanti saya klarifikasi, saya tanya langsung kepada beliau (Said Aqil),” ujar Ishfah.
Seperti diketahui, situs berita cnnindonesia.com, Rabu (27/04/2016), menurunkan artikel berjudul “Ketua PBNU: Baasyir Marah Saat Diminta Bawa Bom Bunuh Diri”. Di situ dikatakan, Said Aqil menyebut Abu Bakar Baasyir hanya bisa menyuruh para anak buahnya untuk meledakkan diri dengan bom dalam aksi teror.
Namun, kata Said Aqil ditulis media itu, Baasyir sendiri malah marah saat anak buahnya meminta dirinya mencoba lebih dulu aksi bom bunuh diri itu.
“Jadi sebenarnya Abu Bakar itu mendoktrin anak-anaknya melakukan aksi bunuh diri. Anak-anaknya berkata ‘Ustad dulu dong yang bunuh diri’ dan dia (Abu Bakar) marah,” kata Said usai bertemu Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (27/04/2016), kutip media tersebut.
Meluruskan pernyataan dalam berita itu, Abdurrahim mengatakan, ayahnya justru tidak setuju dengan tindak kekerasan seperti bom bunuh diri di negara damai Indonesia.*