Hidayatullah.com– Secara ekonomi, umat Islam masih tertinggal Jauh. Sementara komunisme dan terorisme bisa masuk karena adanya kemiskinan dan kesenjangan sosial.
Demikian disampaikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Wapres JK) saat menerima rombongan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah di kantornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
“Maka ormas Islam seperti Hidayatullah dituntut untuk mengembangkan kemandirian ekonomi, yang dimulai dari memberdayakan anggota,” pesan Wapres JK seperti ditirukan Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq kepada hidayatullah.com.
Pemberdayaan anggota yang dimaksud JK, kata dia, adalah melalui etos kerja dan kewirausahaan. Dari anggota yang berdaya ini, lanjutnya, akan menghidupi organisasinya dengan membayar iuran dan ZIS.
“Pak Wapres mendorong warga Hidayatullah membangun kemandirian ekonomi dan keuangan, agar bisa berkontribusi melalui zakat, infaq, dan waqaf,” ujarnya.
“Di bidang dakwah, beliau menyarankan antara lain agar (ormas Islam) memanfaatkan teknologi sebagai sarana dakwah,” lanjutnya.
Sementara itu, di bidang pendidikan, Wapres mendorong ormas Islam untuk mengembangkan pendidikan Islam yang berkualitas. Baik yang bersubsidi untuk dhuafa, maupun yang bayar untuk kalangan mampu.
Laporan Hasil Munas
Untuk diketahui, dalam silaturahim pada Senin, 9 Sya’ban 1437 (16/05/2016) itu, Nashirul Haq menyampaikan terima kasih kepada Wapres yang telah membuka Munas IV di Balikpapan, November 2015 lalu. Disampaikan pula laporan hasil munas itu.
Wapres pun, kata Nashirul Haq, menyampaikan selamat kepada pengurus baru periode 2015-2020 serta mengapresiasi perkembangan ormas Islam itu selama ini.
“Kami menyampaikan program prioritas di bidang pendidikan dan dakwah sebagai mainstream gerakan serta program ekonomi,” tambah Nashirul Haq. [Baca juga: Wapres: Kebiadaban PKI Keterlaluan, Komunisme Sudah Tak Laku]*