Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

MUI Akan Selenggarakan Konferensi Internasional Islam “Washatiyah”

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Juli 2016 09:21 9:21 am
Ahmad
Dipublikasikan 25 Juli 2016 09:21
Bagikan
Acara Malam Ta'aruf, Munas MUI ke-IX di Garden Palace Hotel
Bagikan

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Muslim World League (Rabithah Alam Islami), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan MUI Provinsi NTB akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Islam “Washatiyah” (moderat) di Lombok pada 29 Juli – 1 Agustus 2016.

Ketua Steering Comitte (SC) Konferensi, KH Muhyidin Junaidi MA, dikutip Antaranews, Ahad, (24/07/2016) menjelaskan, konferensi bertema “Meneguhkan Islam Washatiyah dalam rangka mencegah radikalisme, terorisme, dan sektarianisme di Dunia Islam” itu dijadwalkan dibuka Presiden Jokowi dan ditutup Wapres Jusuf Kalla.

Pejabat negara yang diagendakan memberikan ceramah antara lain Menag Lukman Hakim Saifuddin dengan makalah berjudul “Tanggungjawab pemerintah dalam memerangi paham terorisme” dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan makalah “Perlunya kerjasama internasional dalam memerangi teroris”.

Selain itu Ketua MPR Dr Zulkifli Hasan akan membawakan makalah dengan judul “Peran MPR dalam menghadapi teroris dan aliran radikalis” dan Menlu Retno Marsudi dengan judul “Peran Indonesia untuk menghadapi teroris dan pemahaman radikalis”.

Selain dari Indonesia, beberapa pembicara asing dijadwalkan menyampaikan makalah, antara lain berasal dari Thailand, Filipina, Taiwan, Burma, Bangladesh, dan Arab Saudi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ketua SC menjelaskan, Indonesia bukan berteori tentang Islam Wasathiyah, tapi sudah berhasil secara empiris mengamalkannya sejak puluhan tahun lalu, sementara negara lain baru berteori dan masih coba-coba “meracik bumbunya”.

Beberapa negara sudah mengirimkan delegasinya untuk berbagi dan belajar dari MUI dan Indonesia tentang keberhasilan memadukan antara Islam dan demokrasi di negara paling besar muslimnya ini.

Ketua MUI bidang internasional itu mengatakan, target utama konferensi tersebut adalah mempelopori Islam Wasathiyah sebagai “way of life” dalam menerjemahkan Islam dalam kehidupan nyata yang penuh tantangan dan kesempatan.

Menurut Kiai alumni Libya itu, konferensi tersebut merupakan kesempatan emas untuk Indonesia agar terus memainkan peran utama di tingkat global, di mana Indonesia harus menjadi “main player” (pemain utama) dan bukan sekadar penonton.

Konferensi itu diagendakan menghasilkan rumusan rekomendasi upaya mencegah radikalisme yang mengarah kepada tindakan terorisme serta menghasilkan kesepahaman melalui “Deklarasi Lombok” tentang pentingnya kerjasama dunia Islam.

Rekomendasi lain adalah pemetaan langkah-langkah strategis melalui ekonomi syariah untuk memberdayakan umat, sehingga ekonomi umat bangkit, dan rumusan tentang strategi dunia pendidikan dalam melahirkan anak didik yang berkarakter guna mewujudkan Islam yang “rahmatan lil alamin” (memberi rahmat bagi sekalian alam).

KH Muhyidin juga menjelaskan, Musyawarah Nasional (Munas) MUI pada Agustus 2015 menetapkan Islam Wasathiyah sebagai paradigma pengkhidmatan di lingkungan MUI.

Paradigma Islam Wasathiyah itu sangat penting seiring dengan semakin kuatnya indikasi bergesernya gerakan keislaman di negeri ini ke kutub ekstrem, baik yang ke kiri ataupun yang ke kanan.

“Pergeseran ke kutub kiri memunculkan gerakan liberalisme, pluralisme dan sekularisme dalam beragama, sedangkan pergeseran ke kutub kanan menumbuhkan radikalisme dan fanatisme sempit dalam beragama,” kata KH Muhyidin mengutip Ketua Umum MUI, KH Dr Ma’ruf Amin.

Pergerakan kedua kutub itu, disadari atau tidak, merupakan gambaran pertarungan ideologi global yang menerjang Indonesia. Dampak pertarungan tersebut telah merusak bangunan keislaman yang selama ini telah dibangun oleh para ulama terdahulu di negeri ini.

Islam wasathiyah sebagai paradigma perkhidmatan di lingkungan MUI diharapkan bisa mengembalikan gerakan keislaman di Indonesia sebagaimana yang dibangun ulama terdahulu, yaitu keislaman yang mengambil jalan tengah (tawassuth), berkeseimbangan (tawazun), serta lurus dan tegas (iktidal).

Ciri lain adalah toleran (tasamuh), egaliter (musawah), mengedepankan musyawarah (syura), berjiwa reformasi (islah), mendahulukan yang prioritas (aulawiyah), dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikar), dan berkeadaban (tahadhdhur).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Majelis Ulama IndonesiaMUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Arya Permana, Jauhi Anak Kita Makanan Instan
Tulisan selanjutnya Sekutumu Harimaumu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?