Hidayatullah.com– Ketua Kamar dan Industri Indonesia (KADIN), Rosan P. Roeslani mengatakan, aksi besar-besaran menuntut penegakan hukum yang adil atas tersangka penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), 4 November lalu tidak mengganggu iklim investasi di Indonesia.
Hal itu, kata dia, merupakan jawaban dari para pihak perusahaan dan kedutaan negara sahabat di Indonesia pasca unjuk aspirasi yang dikenal dengan istilah Aksi Damai 411 itu.
“Karena mereka percaya dengan fundamental pertumbuhan Indonesia ke depan. Dengan 2-3 kejadian demo menurutnya tidak membuat anjlok (perekonomian),” ujar Rosan saat konferensi pers di Menara KADIN, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (29/11/2016), lansir Islamic News Agency (INA).
Rosan menjelaskan, sebagian besar perusahaan sudah menanam bisnis di Indonesia sejak 30 tahun lalu. Dan kebanyakan pabrik atau tempat produksinya tidak berada di Jakarta.
“Kita investasi jangka panjang. Bukan untuk 1-5 tahun,” ungkapnya.
PBNU Sesalkan Berita Negatif Media Asing Terkait Pemberitaan Aksi Damai 411
Menurutnya, justru yang ditakutkan oleh para pengusaha di Indonesia adalah kebijakan pemerintah yang tidak konsisten.
“Yang itu bisa mereduksi kemampuan dari produksi. Itu yang mereka takutkan,” tandas Rosan.*