Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Di depan Presiden Jokowi, Muhammadiyah Sampaikan Berbagai Kritik Tajam soal Kondisi Bangsa

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 25 Februari 2017 09:49 9:49 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 25 Februari 2017 08:14
Bagikan
Presiden Jokowi membuka Tanwir Muhammadiyah di Ambon, bersama Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Menag Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (24/02/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pada Tanwir Muhammadiyah di Ambon, berbagai kritik tajam soal kondisi kebangsaan hasil pencermatan Muhammadiyah disampaikan di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di antara kritik keras yang dilontarkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir adalah soal kondisi penguasaan aset nasional.

“Pada tahun ini publik dikejutkan oleh data bahwa 1 persen orang menguasai 55 persen kekayaan Indonesia,” ujar Haedar dalam pidato iftitah Tanwir di Islamic Center Ambon, Maluku, Jumat (24/02/2017).

“Bahkan,” lanjutnya dikutip laman resmi pwmu.co,” terdapat pendapat yang menunjukkan angka yang lebih dramatik,” tentang kondisi ketimpangan di negeri ini.

Ketum Muhammadiyah: RI Harus Berdaulat, Jangan Beri Ruang Dikuasai Kekuatan Asing

Yang lebih menyedihkan, imbuhnya, para penguasa kekayaan itu kebanyakan para pemilik modal, baik domestik maupun asing. Mereka hanya mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa mengindahkan kesinambungan dan nasib mayoritas rakyat Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kondisi kesenjangan tersebut dapat menjadi ancaman nasional yang tidak ringan,” ujar Haedar. Sebab, situasi tersebut akan banyak melahirkan berbagai kondisi negatif. Misalnya, masalah kecemburuan, sentimen, dan kerenggangan sosial.

Berbagai kondisi negatif itu jika tak tertangani dengan baik, kata Haedar, bisa menjadi problem yang mencemaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dapat berubah menjadi benih ketegangan, konflik, kekerasan, dan anarkisme sosial,” Haedar mengingatkan.

Muhammadiyah Kritis Kebijakan Ekonomi Jilid IV Jokowi

Oleh karena itu, Haedar mengajak pemerintah dan semua elemen bangsa mesti prihatin serta menemukan solusi yang adil dan menyeluruh. “Dalam menghadapi problem kesenjangan sosial dan ketimpangan di republik ini,” tegasnya.

Tanwir Muhammadiyah berlangsung pada Jumat-Ahad (24-26/02/2017), dengan tema “Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan”. Presiden Jokowi hadir membuka tanwir tersebut.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomi berkeadilanhaedar NashirJokowikebijakan pemerintahkecemburuan sosialkekayaan Indonesiaketimpangan sosialKetua Umum PP MuhammadiyahKetum Muhammadiyahkondisi kebangsaanMuhammadiyahMuhammadiyah kritik Presidenormas Islampemerintahan Jokowi-JKpemilik modalpemilik modal asingpenguasaan aset nasionalPresiden Joko Widodorakyat Indonesiasosial-budayaTanwir Muhammadiyah Ambon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pentingnya Kunjungan Raja Salman bagi RI dan Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Terkait Perdagangan Narkoba dan Pencucian Uang, Putra Pele Dibui

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?