Hidayatullah.com—Sebuah pengadilan di Brazil memerintahkan putra dari legenda sepakbola Brazil, Pele, dijebloskan ke dalam penjara karena terkait kasus pencucian uang dan perdagangan narkoba.
Edinho, seorang bekas penjaga gawang profesional, pertama kali ditahan pada 2005 tetapi kemudian mengajukan banding. Dia bebas berkeliaran di luar tahanan selama proses pengadilan banding, tetapi hakim mengganjarnya dengan hukuman penjara 33 tahun pada 2014.
Pengadilan kemudian mengurangi hukumannya menjadi 12 tahun 10 bulan, tetapi hakim memerintahkan dia harus mendekam dalam sel selama proses-proses banding selanjutnya masih berlangsung, lapor BBC Jumat (24/2/2017).
Edinho, yang dilahirkan dengan nama Edson Cholbi do Nascimento, mengakui dirinya sekali pernah bermasalah dengan narkoba, tetapi membantah terlibat perdagangan barang haram itu.
Di tahun 1990-an, Edinho bermain sebagai penjaga gawang kesebelasan Santos, klub sepakbola tempat ayahnya menjalani seluruh karir profesionalnya di Brazil.
Edinho, yang sekarang berusia 46 tahun, pernah bekerja sebagai manajer sebuah klub sepakbola kecil di negara bagian Sao Paulo. Dia adalah penjaga gawang Santos pada 1995, ketika klub itu mencapai final liga Brazil tetapi kalah dari Botafogo.
Penahanan atas Edinho dan tuduhan terkait dengan geng-geng narkoba membuat kebanyakan orang Brazil terkejut.
Edson Arantes do Nascimento alias Pele, yang sekarang berusia 76 tahun, beberapa kali mengunjungi putranya saat mendekam di penjara.
“Dengan izin Tuhan, keadilan akan ditegakkan,” kata Pele pada 2006. “Tidak ada bukti sedikitpun yang memberatkan putra saya,” imbuh legenda sepakbola dunia itu, yang pada Juni 2016 menjual seluruh 2.000 item memorabilianya –termasuk penghargaan dan paspor lawasnya– dengan nilai total $5 juta.
Empat orang lainnya sudah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman dalam kasus yang sama, termasuk Ronaldo Duarte Barsotti alias Naldinho, yang menguasai perdagangan narkoba di daerah Santos Raya.*