Hidayatullah.com– Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan nomor urut 3, Sandiaga Uno, yang merupakan pasangan calon Gubernur Anies Baswedan, mengaku ingin mempersatukan warga Jakarta.
Sandi, sapaannya, juga mengaku enggan berpolemik terkait isu-isu jelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, khususnya independensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI yang tengah menjadi sorotan.
Apalagi, waktu jelang pencoblosan putaran kedua pada 19 April mendatang semakin dekat.
Baca: Jika Dua Putaran, Senator DKI Fahira Ajak Pendukung Agus-Silvy Menangkan Anies-Sandi
“Kita punya waktu tinggal 6 minggu. Enam minggu ini kita harus gunakan bukan berpolemik, bukan memecah belah. Tapi mempersatukan,” ujar Sandi kepada sejumlah wartawan termasuk hidayatullah.com di depan gedung AQL Center, Tebet, Jakarta, pekan kemarin.
Sosok pengusaha muda ini mengatakan, pihaknya sebagai pasangan calon (paslon) pemimpin Jakarta lebih mengutamakan isu-isu yang mempersatukan warga Jakarta ketimbang berpolemik.
“Isu-isu yang mempersatukan apa? Isu lapangan kerja, isu pendidikan, isu ke depan bagaimana kita bisa menjaga biaya hidup jangan terlalu melambung tinggi,” ujarnya.
“Itu isu-isu perlu dikedepankan,” lanjutnya.
Polemik Independensi KPU DKI
Diketahui, independensi KPU DKI Jakarta menjadi polemik setelah Ketua KPU DKI Sumarno menghadiri pertemuan tim sukses paslon Gubernur-Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Rapat internal Tim Sukses Ahok-Djarot bersama empat partai pendukung, Kamis (09/03/2017) itu, dihadiri Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti.
Relawan Digital Anies-Sandi Ajak “Perang Cyber” Diisi Adu Gagasan
Diminta tanggapannya soal polemik tersebut, Sandi tak mau berspekulasi. Bahkan ia enggan berprasangka buruk dengan KPUD DKI. “Saya enggak mau suudzon,” ujarnya sembari tersenyum.
Sementara, Sumarno dan Mimah diwartawakan mengaku diundang rapat itu untuk berdiskusi terkait putaran kedua nanti.
Ketua Timses Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi, mengklaim, undangan kepada Sumarno dan Mimah itu untuk mengonfirmasi langsung KPU DKI terkait permasalahan teknis yang sempat mereka hadapi di putaran pertama.*